Chelsea Terancam Bayar Pesangon Liam Rosenior Rp 557 Miliar

Chelsea Terancam Bayar Pesangon Liam Rosenior Rp 557 Miliar
Foto: Ilustrasi Chelsea Terancam Bayar Pesangon Liam Rosenior Rp 557 Miliar.

Chelsea tengah menghadapi situasi sulit setelah mencatatkan hasil negatif dalam lima pertandingan terakhir secara berturut-turut di ajang Liga Inggris. Rentetan kekalahan ini memicu spekulasi mengenai masa depan manajer mereka, Liam Rosenior, di Stamford Bridge.

Dilansir dari Detik Sport, klub berjuluk Si Biru tersebut tidak hanya mengalami kekalahan beruntun, tetapi juga menunjukkan performa lini serang yang mengkhawatirkan karena gagal mencetak satu gol pun dalam periode buruk tersebut.

Kondisi ini membuat posisi Chelsea di klasemen sementara melorot ke peringkat ketujuh dengan perolehan 48 poin dari 34 pertandingan. Padahal, sebelumnya mereka berada di persaingan ketat untuk menembus zona Liga Champions.

Catatan negatif ini bahkan menyamai rekor kelam klub yang terjadi 114 tahun silam. Pada masa itu, Chelsea juga pernah merasakan pahitnya menelan lima kekalahan beruntun dalam kompetisi liga.

Media-media di Inggris kini menyoroti posisi Liam Rosenior yang terancam didepak, baik dalam waktu dekat maupun saat musim kompetisi 2025/2026 berakhir. Namun, manajemen klub dihadapkan pada konsekuensi finansial yang sangat besar jika memutuskan untuk mengakhiri kerja sama lebih awal.

Liam Rosenior baru menandatangani kontrak dengan Chelsea pada Januari 2026 dengan durasi jangka panjang hingga musim panas 2032. Dalam kesepakatan tersebut, Rosenior menerima gaji tahunan sebesar 4 juta Pounds atau sekitar Rp 92,9 miliar.

Jika pemecatan benar-benar dilakukan, Chelsea ditaksir harus merogoh kocek hingga 24 juta Pounds atau setara Rp 557 miliar untuk membayar uang kompensasi atau pesangon kepada sang manajer.

Hingga saat ini, petinggi klub dilaporkan belum melakukan pembicaraan resmi terkait rencana pemecatan Rosenior. Meski demikian, tekanan terus meningkat mengingat tren buruk yang terjadi serta risiko kehilangan tiket kompetisi Liga Champions musim depan.

Artikel terkait

Rekomendasi