Chef Arnold Dihujat Warganet Usai Keluhkan Kenaikan Harga Daging Impor

Chef Arnold Dihujat Warganet Usai Keluhkan Kenaikan Harga Daging Impor
Foto: Ilustrasi Chef Arnold Dihujat Warganet Usai Keluhkan Kenaikan Harga Daging Impor.

Juri ajang pencarian bakat memasak, Chef Arnold Poernomo, menjadi sasaran kritik tajam dari warganet di media sosial. Seperti dikutip dari Suara, pria berusia 36 tahun tersebut dihujat setelah menyampaikan keluhannya mengenai lonjakan harga bahan baku daging yang memengaruhi operasional restoran miliknya.

Melalui sebuah unggahan di platform Threads, Chef Arnold menyampaikan permohonan maaf terkait kebijakan menaikkan harga menu. Langkah tersebut diambil karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memicu pembengkakan biaya impor bahan baku.

"Mohon maaf saya harus menaikkan harga daging di resto saya. Ini bukan kami overpriced atau mau morotin customer. Karena dolar naik dan karena daging untuk restaurant semuanya impor," tulis Chef Arnold dalam unggahannya pada Minggu, 17 Mei 2026.

Chef Arnold memaparkan alasan di balik keputusan tidak menggunakan komoditas sapi lokal untuk bisnisnya. Menurut penjelasannya, kualitas marbling pada sapi lokal belum mampu memenuhi standar operasional restoran kelas atas, ditambah mayoritas bibit sapi di Indonesia juga berasal dari impor.

Penjelasan tersebut memicu reaksi negatif dari warganet yang langsung mengaitkan keluhan ekonomi tersebut dengan jejak digital politik sang koki. Chef Arnold dikenal sebagai salah satu pendukung vokal pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.

Sejumlah akun media sosial menyindir inkonsistensi sikap sang koki saat menghadapi dampak nyata dari situasi ekonomi saat ini. Kritik dari warganet juga menyoroti kedekatan hubungan sang koki dengan wakil presiden terpilih.

"02 voters kok NGELUH," tulis akun @bun***.

"Sahabatnya sama wakil presiden, giliran rupiah anjlok karena kinerja pilihan lo, ngadunya ke warganet. Kritik dong orang-orang pilihan lo. Postingan cemen," kata akun @anw***.

"Soba lu Gibran mana, Chef? Suruh omonginlah. Berguna dikit gitu jadi wapres," ujar akun @ich***.

Sentimen publik kian memanas ketika warganet membandingkan keluhan operasional restoran mewah tersebut dengan kondisi ekonomi masyarakat luas. Selain itu, netizen menagih konsistensi sang koki terkait perhitungan biaya makanan (food cost).

"Restonya enggak di desa kan? Pantas warga di desa mah enggak kerasa katanya," sindir akun @mic***.

"Lah MBG (Makan Bergizi Gratis) aja pakai sapi bisa Rp13 ribu biayanya. Kok ini malah naikin? Kan kemarin yang bantu menghitung toh, Chef?" sentil akun @kue***.

Merespons gelombang kritik yang mengaitkan bisnis kuliner miliknya dengan preferensi politik, Chef Arnold menegaskan bahwa keluhannya murni didasari oleh realitas ekonomi riil yang dihadapi pelaku usaha.

"Enggak! Saya menyindir dolar dan efeknya ke semua kalangan. Persetan dibilang buzzer kampret atau apa pun. Masih satu negara, urip matek (hidup mati) ya negaranya sama," tegasnya.

Chef Arnold selama ini dikenal aktif berinteraksi serta terlibat diskusi terbuka dengan pengikutnya di media sosial mengenai edukasi perhitungan harga makanan. Namun, unggahan terbarunya ini justru memicu polemik mengenai kepekaan figur publik terhadap situasi ekonomi masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi