Aktris pemenang Oscar Charlize Theron melontarkan kritik tajam terhadap aktor muda Timoth├®e Chalamet terkait pandangannya mengenai relevansi seni balet dan opera pada wawancara bersama The New York Times yang dipublikasikan Minggu, 19 April 2026.
Kritik tersebut muncul sebagai respons atas pernyataan Chalamet sebelumnya yang dianggap meremehkan disiplin seni klasik di era modern, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui Deadline. Theron menilai sikap tersebut sebagai bentuk kecerobohan terhadap warisan seni pertunjukan.
Sebagai mantan penari, Theron menekankan bahwa balet merupakan bidang yang membutuhkan ketangguhan mental dan fisik luar biasa. Ia mengenang masa lalunya saat harus tetap menari meski mengalami cedera serius di bagian kaki.
"Menari adalah salah satu hal paling disiplin yang pernah saya lakukan. Itu mengajarkan saya struktur, kerja keras, dan ketangguhan. Bahkan, levelnya hampir menyiksa," ungkap Theron, aktris berusia 50 tahun tersebut.
Bintang film Mad Max: Fury Road ini membagikan pengalaman pribadinya saat kaki mengalami pendarahan hebat akibat latihan rutin yang ekstrem. Theron menegaskan tidak ada ruang untuk menyerah dalam dunia tari profesional.
"Saya berbicara tentang momen di mana kaki Anda secara harfiah berdarah hingga menembus sepatu. Anda tidak punya hari libur. Mentalitasnya hanya satu: Anda tidak boleh menyerah, tidak ada pilihan lain, Anda harus terus melangkah," ujar Theron.
Perselisihan ini semakin meruncing ketika jurnalis Lulu Garcia-Navarro mengonfirmasi tanggapan Theron mengenai posisi Chalamet yang dipandang sebelah mata terhadap popularitas balet. Theron menyatakan keinginan untuk mendiskusikan hal tersebut secara langsung dengan sang aktor.
"Oh boy, saya harap saya bisa bertemu dengannya suatu hari nanti," kata Theron.
Theron juga menyayangkan adanya penghinaan terhadap bentuk seni yang saat ini sedang berjuang untuk bertahan di tengah perubahan zaman. Ia berpendapat bahwa sesama pekerja seni seharusnya saling memberikan dukungan.
"Saya merasa itu adalah komentar yang sangat ceroboh terhadap dua bentuk seni yang justru perlu kita angkat terus-menerus karena mereka memang sedang mengalami masa sulit. Kita seharusnya tidak menghina bentuk seni lain. Bagaimana kalau kita mulai dari sana?" tegas Theron.
Selain membela seni tari, Theron memberikan peringatan mengenai masa depan profesi aktor di tengah perkembangan teknologi digital. Ia memprediksi bahwa dalam satu dekade ke depan, kecerdasan buatan atau AI akan memiliki kemampuan teknis untuk menggantikan peran aktor di layar lebar.
"Dalam sekitar 10 tahun ke depan, saya pikir AI akan mampu melakukan pekerjaan Timoth├®e. Namun, AI tidak akan pernah bisa menggantikan seseorang yang berdiri di atas panggung dan menari secara langsung," tutur Theron.
Hingga saat ini, pihak manajemen Timoth├®e Chalamet belum memberikan pernyataan resmi guna menanggapi kritik yang disampaikan oleh seniornya tersebut. Diskusi mengenai ancaman AI terhadap industri kreatif terus menjadi sorotan di kalangan praktisi film global.