Aktris peraih Oscar Charlize Theron melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan aktor Timothee Chalamet yang menilai balet dan opera sudah tidak relevan lagi dalam wawancara terbaru yang dipublikasikan pada Sabtu, 18 April 2026. Theron menyebut komentar tersebut sebagai tindakan yang sangat ceroboh mengingat kesulitan yang dihadapi dunia seni saat ini.
Komentar tersebut disampaikan Theron saat mendiskusikan film terbarunya yang bertajuk Apex, sebagaimana dilansir dari Wolipop. Meski dalam film tersebut ia berperan sebagai pemanjat tebing, ia menekankan bahwa menari tetap menjadi tantangan fisik paling berat yang pernah dialaminya.
Saat pewawancara menyinggung nama Chalamet terkait pandangannya terhadap seni klasik tersebut, Theron memberikan tanggapan singkat namun penuh sindiran. Respons ini muncul setelah sebelumnya publik ramai membicarakan kontroversi pernyataan sang aktor muda tersebut.
"Wah, semoga suatu hari saya bisa bertemu dengannya." ujar Charlize Theron.
Penegasan mengenai pentingnya dukungan terhadap seni pertunjukan klasik seperti tari dan opera menjadi fokus utama Theron. Ia berpendapat bahwa bidang-bidang ini memerlukan bantuan agar tetap eksis di tengah tekanan zaman yang sulit bagi para seniman panggung.
"Hal-hal seperti itu perlu terus kita dukung, karena memang sedang menghadapi masa sulit," kata Charlize Theron.
Aktris berusia 50 tahun ini kemudian membandingkan ketahanan seni pertunjukan langsung dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Ia meyakini bahwa aspek manusiawi dalam penampilan di atas panggung memiliki nilai otentik yang mustahil ditiru oleh mesin mana pun.
"Dalam 10 tahun ke depan, AI mungkin bisa melakukan pekerjaan Timoth├®e. Tapi AI tidak akan pernah bisa menggantikan seseorang yang tampil menari secara langsung di atas panggung." lanjut Charlize Theron.
Theron menceritakan pengalamannya saat masih aktif menekuni dunia balet profesional sebelum mengalami cedera lutut yang memaksanya berhenti. Ia menggambarkan tuntutan fisik yang luar biasa hingga menyebabkan luka fisik serius pada bagian kakinya demi sebuah pertunjukan.
"Tidak ada hari libur," kata Charlize Theron.
Kedisiplinan yang didapat dari pelatihan balet di Joffrey Ballet School New York tersebut dinilai menjadi fondasi kuat bagi karier aktingnya sekarang. Pengalaman tersebut menanamkan mentalitas tangguh yang diterapkannya dalam setiap pekerjaan di industri film.
"Menari mengajarkan saya disiplin, struktur, kerja keras, dan ketangguhan," ujar Charlize Theron.
Ketekunan harian menjadi kunci utama bagi seorang penari profesional untuk tetap bertahan dalam industri seni yang kompetitif. Theron menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya komitmen total bagi setiap praktisi seni pertunjukan.
"Itu adalah pola pikir yang harus dilatih setiap hari-tidak menyerah, terus berjalan, karena tidak ada pilihan lain," lanjut Charlize Theron.