Changan Siapkan Deepal S05 untuk Perkuat Pasar Mobil Listrik Indonesia

Changan Siapkan Deepal S05 untuk Perkuat Pasar Mobil Listrik Indonesia
Foto: Ilustrasi Changan Siapkan Deepal S05 untuk Perkuat Pasar Mobil Listrik Indonesia.

Pasar otomotif tanah air kembali kedatangan pemain baru yang agresif melalui ekspansi Changan, pabrikan asal China. Dilansir dari Otomotif, perusahaan ini terus memperkuat penetrasi pasarnya setelah sebelumnya memperkenalkan Deepal S07 dan Lumin.

Langkah terbaru Changan di Indonesia adalah rencana peluncuran Deepal S05 dalam waktu dekat. SUV ini mengusung teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang menjadi pembeda di jajaran kendaraan elektrifikasi mereka.

Secara teknis, REEV dikategorikan sebagai mobil hybrid serial karena masih memanfaatkan mesin berbahan bakar bensin. Perbedaannya, mesin bensin tersebut hanya berfungsi sebagai pengisi daya baterai saat dibutuhkan, bukan sebagai penggerak roda utama.

Selain pengisian melalui mesin internal, baterai pada Deepal S05 juga dapat diisi ulang menggunakan perangkat pengecasan eksternal layaknya kendaraan listrik murni. Strategi ini diklaim sejalan dengan program industrialisasi kendaraan listrik yang dicanangkan pemerintah.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengungkapkan bahwa saat ini kendaraan listrik mereka telah diproduksi di dalam negeri. Hal ini dibuktikan dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah menyentuh angka 40 persen.

Terkait kehadiran teknologi REEV melalui model teranyarnya, Setiawan menyampaikan aspirasi khusus kepada regulator. Pihaknya berharap kendaraan jenis ini mendapatkan perlakuan kebijakan yang serupa dengan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).

"Kami sih berharap REEV itu bisa disamakan dengan BEV. Harapannya, karena kan teknologinya kan beda tuh. Jadi kalau jarak pendek kan pasti itu 100 persen kan tenaga baterai yang dipakai kan," ujar Setiawan.

Dorongan Insentif dan Pembebasan Ganjil Genap

Menurut analisis Setiawan, operasional harian pengguna REEV sebenarnya lebih dominan mengandalkan energi listrik dari baterai. Mesin pembakaran internal (ICE) hanya akan aktif sebagai generator tambahan ketika daya baterai menyusut hingga level tertentu.

"Karena jarak tempuh juga, kalau kemarin yang kita lihat yang (Deepal) S05 itu kan sampai 170 km, kurang lebih. Untuk pemakaian (mode) listrik kan, berarti kalau jarak pendek, kan pasti bensin belum hidup tuh," kata Setiawan.

Atas pertimbangan fungsionalitas tersebut, Changan mendorong agar mobil berteknologi REEV bisa masuk dalam skema insentif yang sama dengan BEV. Hal ini mencakup pemberian insentif pajak hingga fasilitas pembebasan aturan ganjil genap di jalan raya.

Teknologi REEV dinilai mampu menjadi solusi bagi konsumen yang masih merasa khawatir dengan daya jelajah mobil listrik murni. Sistem ini menawarkan transisi bagi pengguna yang menginginkan sensasi berkendara listrik namun tetap membutuhkan cadangan energi untuk perjalanan jauh.

Artikel terkait

Rekomendasi