Changan Automobile memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik melalui pengembangan pusat penelitian dan pengembangan (R\&D) yang fokus pada inovasi baterai. Pabrikan asal China ini menggandeng CATL untuk pengadaan sel baterai, namun secara mandiri menciptakan teknologi pengemasan bernama Golden Shield.
Inovasi ini pertama kali dipamerkan pada ajang Guangzhou International Auto Show ke-21 yang berlangsung November 2023 lalu. Seperti dilansir dari Otomotif, teknologi tersebut hadir untuk mengoptimalkan sinergi antara desain baterai dan kendaraan.
Langkah ini diambil untuk menjawab keraguan pengguna mengenai kepadatan energi, efisiensi pengisian daya, hingga performa pada suhu ekstrem. Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, mengeklaim bahwa kualitas baterai mereka tidak mengalami penurunan drastis meski telah digunakan dalam jarak tempuh yang jauh.
"Umur pakai sel baterai lebih dari 5.000 siklus, menggunakan Teknologi Pelapisan Katoda Sel Standar Stabilitas Tinggi. Kontrol siklus hidup berbasis AI, dengan tingkat kesalahan prediksi dalam pemantauan kesehatan baterai kurang dari 3 persen," ujar Ridjal.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama Changan dengan menekan tingkat kecacatan baterai hingga level parts per billion (PPB). Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai insiden overheating pada baterai yang telah diuji pada lebih dari 1 juta kendaraan.
Dari sisi perangkat lunak, kendaraan listrik Changan dilengkapi lebih dari 20 sistem diagnosis AI Vehicle-Cloud yang didukung algoritma machine learning. Teknologi ini bertugas memantau kondisi kesehatan baterai secara aktif dan proaktif.
"Soal keamanan, belum ditemukan insiden overheating pada baterai yang telah dipasang dan diuji pada lebih dari 1 juta kendaraan. Tingkat kecacatannya berhasil diturunkan hingga level PPB (parts per billion)," tutur Ridjal.
Selain itu, terdapat sistem ganda yang dirancang khusus untuk meminimalisir risiko thermal runaway. Integrasi ini memastikan risiko akibat suhu ekstrem dapat ditekan secara signifikan guna melindungi pengguna kendaraan.
Efisiensi Energi dan Kecepatan Pengisian Daya
Changan menerapkan teknologi Cell-to-Vehicle (CTV) yang menyatukan baterai langsung ke dalam platform kendaraan. Metode ini menghasilkan efisiensi energi mencapai 86 persen serta memperkuat daya tahan konstruksi mobil secara keseluruhan.
Perlindungan fisik baterai menggunakan Honeycomb Aluminium Shield yang diklaim tiga kali lebih kuat dibanding standar perlindungan kolong C-IASI. Desain terintegrasi ini juga memberikan keuntungan fungsional berupa tambahan ruang kepala (headroom) di kabin sebesar 11,9 mm.
Dalam hal pengisian daya, Changan menjadi pionir yang mengadopsi teknologi high-frequency pulse heating. Inovasi ini memungkinkan baterai tetap optimal saat diisi daya meski berada di lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.
"Pengisian daya dari 30% hingga 80% hanya butuh waktu 10 menit. Pengisian cepat juga tetap optimal pada suhu sangat dingin, dari 0% hingga 80% pada suhu ÔêÆ30┬░C dengan waktu pengisian berkurang hingga 40 menit," kata Ridjal.
Solusi Komprehensif dan Proyeksi Ekonomi
Kehadiran Golden Shield Battery dirancang sebagai solusi atas berbagai hambatan adopsi kendaraan listrik saat ini. Changan melakukan perombakan arsitektur untuk menghilangkan kekhawatiran konsumen terhadap risiko kebocoran maupun ledakan baterai.
Peningkatan kepadatan energi sebesar 30 persen per satuan berat juga ditawarkan, sehingga efisiensi kendaraan menjadi lebih optimal tanpa beban berlebih. Changan pun memberikan proyeksi positif terkait biaya operasional bagi pemilik kendaraan di masa depan.
Dalam satu dekade mendatang, biaya pengisian ulang daya diperkirakan dapat turun hingga 50 persen. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik finansial kendaraan listrik sebagai moda transportasi masa depan yang efisien.