Changan Automobile mengoperasikan The Crash Test Laboratory di Chongqing, China, untuk memastikan standar proteksi maksimal pada setiap model kendaraan melalui serangkaian uji coba ekstrem pada Senin (20/4/2026). Langkah ini merupakan komitmen pabrikan dalam menciptakan mobil dengan tingkat keamanan tinggi bagi pengemudi dan penumpang.
Pembangunan fasilitas canggih ini telah dimulai sejak tahun 2011 dengan nilai investasi yang fantastis. Sebagaimana dilansir dari Otomotif, besaran dana yang dikucurkan perusahaan mencapai lebih dari Rp500 miliar untuk menyediakan infrastruktur pengujian yang komprehensif.
Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, menjelaskan bahwa biaya besar tersebut mencakup pengadaan teknologi khusus di area trek. Fasilitas ini didukung oleh sistem pencahayaan intensif dari berbagai sudut guna mendukung kinerja kamera perekam berkecepatan tinggi.
"Investasinya sangat mahal di sini, untuk trek, lampu, kamera, dan lainnya. Kamera yang digunakan juga khusus," ujar Ridjal, kepada wartawan, di sela-sela kunjungan, Senin (20/4/2026).
Proses pengembangan satu model kendaraan memerlukan puluhan unit mobil untuk dihancurkan dalam pengujian berkala. Ridjal menyebutkan bahwa satu unit mobil bahkan bisa mendapatkan perlakuan uji tabrak hingga tiga kali untuk mendapatkan data yang valid.
"Total biaya dalam uji tabrak bisa mencapai 1 juta yuan (sekitar Rp 2,5 miliar)," kata Ridjal.
Keakuratan data medis dan fisik kecelakaan juga didukung oleh penggunaan boneka uji atau crash test dummy yang dilengkapi sensor sensitif. Changan melakukan kalibrasi dan perbaikan intensif pada setiap boneka setelah sesi uji coba berakhir untuk menjaga presisi hasil tes selanjutnya.
Dalam simulasi yang ditunjukkan, model Deepal S07 menjalani uji tabrak depan dengan kecepatan 30 km/jam terhadap objek miring 30 derajat. Pengujian masif ini bertujuan memastikan airbag berfungsi sempurna guna meminimalkan risiko cedera fatal serta melampaui regulasi keselamatan internasional di pasar global.