Changan Indonesia Usulkan Peningkatan Insentif Kendaraan Teknologi REEV

Changan Indonesia Usulkan Peningkatan Insentif Kendaraan Teknologi REEV
Foto: Ilustrasi Changan Indonesia Usulkan Peningkatan Insentif Kendaraan Teknologi REEV.

Produsen otomotif Changan Indonesia mengusulkan pemberian insentif fiskal yang lebih besar bagi kendaraan berteknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) guna mendukung efisiensi energi. Langkah ini menyusul berakhirnya kebijakan insentif mobil hybrid pada Desember 2025 lalu, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Skema bantuan pemerintah sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 3 persen untuk kategori kendaraan beremisi karbon rendah (LCEV), termasuk model plug-in hybrid dan mild hybrid.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengharapkan adanya kesetaraan dukungan antara mobil hybrid yang lebih maju dengan mobil listrik murni. Ia menekankan bahwa teknologi hybrid yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar layak mendapatkan apresiasi lebih tinggi melalui kebijakan fiskal terbaru.

"Kita sih berharap ya, karena sekarang kan hybrid mungkin cuma satu kelompok. Saya enggak hafal kategorinya, tapi kalau dari Changan kita berharap bahwa teknologi hybrid yang semakin efisien, lebih advance di pemakaian bahan bakarnya, ya kita berharap mendapatkan insetif yang lebih besar," ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Setiawan berpendapat bahwa pengembangan inovasi di sektor otomotif memerlukan investasi yang signifikan pada departemen riset. Menurutnya, produsen yang berhasil menciptakan teknologi ramah lingkungan yang lebih canggih telah mengalokasikan dana besar untuk pengembangan tersebut.

"Karena kalau pabrikan bisa membuat teknologi semakin efisien, berarti kan mereka juga mengeluarkan dana riset juga yang besar dalam hal riset gitu kan. Berarti kan otomatis kita berharap juga bisa mendapatkan insetif yang lebih besar juga," kata Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Teknologi REEV yang diusung Changan memiliki karakteristik unik dalam masa transisi elektrifikasi karena menggunakan mesin bensin hanya sebagai generator pengisi daya baterai. Sistem ini diklaim mampu mereduksi konsumsi bahan bakar secara signifikan sekaligus mengatasi kendala jarak tempuh yang dialami pengguna mobil listrik murni.

Artikel terkait

Rekomendasi