Changan Indonesia tengah mempertimbangkan ekspansi portofolio produk ke segmen kendaraan hybrid guna memenuhi permintaan pasar terhadap mobil yang efisien dan bertenaga. Rencana diversifikasi ini muncul setelah peluncuran teknologi global Blue Core HEV pada akhir Maret lalu, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
Langkah strategis tersebut diungkapkan oleh CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, saat ditemui di Chongqing, China, pada Minggu (19/4/2026). Perusahaan saat ini sedang melakukan evaluasi mendalam terkait kesesuaian model dan harga untuk konsumen di Tanah Air.
"Itu memang masuk dalam radar kita nih, kita lagi evaluasi. Kalau dilihat modelnya sih oke, tapi kan balik lagi ke harga nih," ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Penetapan harga yang kompetitif menjadi fokus utama mengingat ketatnya persaingan di pasar otomotif Indonesia. Setiawan menekankan pentingnya memiliki perhitungan yang presisi agar produk baru dapat bersaing dengan merek global yang sudah mapan.
"Kalau kita mau memasukkan (hybrid), kan mesti tahu hitungannya dulu, bisa compete tidak dengan pasar Indonesia. Pasar Indonesia ini kan pasar yang luar biasa lho. Pasarnya juga enggak gede-gede banget, tapi pemainnya kan luar biasa banyak ya," kata Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Manajemen Changan berkomitmen untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan tanpa perencanaan yang matang. Studi pasar terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan produk, baik untuk lini kendaraan listrik murni (BEV) maupun varian hybrid nantinya.
"Jadi, kita kalau mau memasukkan sesuatu memang rencananya harus matang nih. Jadi, ya itu masuk ke radar. Tapi, jadi masuk atau enggaknya, kapannya, ya kita lihat dulu, tergantung hitung-hitungannya," ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Teknologi Blue Core HEV yang menjadi andalan pabrikan asal China ini sebelumnya telah diperkenalkan secara resmi di tingkat global pada 30 Maret 2026.