Changan Indonesia berencana memperkenalkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) di pasar otomotif Tanah Air guna mengatasi kekhawatiran konsumen terhadap jarak tempuh kendaraan listrik. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyampaikan rencana tersebut di Chongqing, China, pada Minggu (19/4/2026).
Sebagaimana dilansir dari Otomotif, teknologi REEV diposisikan sebagai jembatan bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa rasa cemas akan kehabisan daya. Sistem ini merupakan evolusi dari teknologi hybrid yang terus berkembang secara dinamis.
Penerimaan pasar domestik diprediksi akan berjalan positif karena karakteristik teknologi ini dinilai memiliki kemiripan dengan sistem generator listrik yang sudah dikenal sebelumnya. Perbedaan mendasar hanya terletak pada keberadaan fitur pengisian daya eksternal.
"Saya pikir sih tidak sulit (mengedukasi masyarakat), karena di Indonesia kan sebelumnya sudah ada yang menggunakan teknologi seperti itu. Hanya bedanya yang udah ada di pasar tidak ada charging plug-in-nya," ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Selain faktor kemudahan adaptasi, perubahan perilaku konsumen yang kini lebih melek informasi digital juga menjadi modal penting bagi perusahaan. Calon pembeli saat ini cenderung melakukan riset mendalam dan mencari ulasan mandiri sebelum melakukan transaksi kendaraan.
"Konsumen Indonesia sekarang ini kan sebelum beli mobil, mereka sudah lihat ulasan, cari ulasan kanan kiri. Salah satunya dari media yang juga melakukan edukasi. Jadi, pasti mereka tuh kalau sekarang ini memutuskan sesuatu rasanya informasi yang mereka gali lebih lengkap," kata Setiawan Surya.
Untuk mendukung penetrasi pasar, Changan Indonesia menerapkan strategi edukasi melalui berbagai kanal, mulai dari media massa hingga jaringan diler resmi. Pengalaman langsung melalui uji berkendara juga menjadi pilar utama dalam memberikan pemahaman teknis kepada publik.
"Jadi, memang tugas kita sebagai penjual, tetap harus kita edukasi, dan edukasi yang paling gampang salah satunya lewat media (massa). Kemudian, juga lewat jaringan penjualan. Masing-masing tenaga penjual juga melakukan edukasi. Kemudian, lewat test drive," ujarnya.
Fokus edukasi tersebut akan diarahkan secara lebih intensif kepada calon konsumen yang berada di wilayah kota kecil atau daerah. Hal ini dikarenakan masyarakat di kota-kota besar dianggap sudah memiliki pemahaman yang lebih mapan mengenai teknologi kendaraan ramah lingkungan.