Cesc Fabregas Bawa Como Cetak Sejarah Lolos ke Liga Champions

Cesc Fabregas Bawa Como Cetak Sejarah Lolos ke Liga Champions
Foto: Ilustrasi Cesc Fabregas Bawa Como Cetak Sejarah Lolos ke Liga Champions.

Pelatih Como Cesc Fabregas mengungkapkan pengakuan emosional setelah berhasil membawa tim asuhannya mencetak sejarah besar. Klub berjuluk I Lariani tersebut dipastikan akan berkompetisi di Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Kepastian ini didapat setelah rangkaian hasil dramatis pada pekan-pekan terakhir kompetisi, seperti dilansir dari Media Indonesia. Fabregas mengaku sudah memiliki firasat kuat sejak pekan sebelumnya bahwa anak asuhnya mampu menembus kasta tertinggi Eropa.

Keyakinan sang pelatih muncul tepat satu hari sebelum Como menumbangkan Parma dengan skor 1-0 pada Minggu (17/5). Firasat tersebut terbukti nyata setelah Como melumat Cremonese 4-1 pada Senin dini hari WIB, sementara pesaing terdekat mereka, AC Milan, tumbang 1-2 dari Cagliari.

"Saya punya firasat sehari sebelum melawan Parma bahwa jika kami menang dua kali, kami akan lolos ke Liga Champions," ujar Fabregas kepada DAZN Italia, Senin (25/5/2026).

Hasil tersebut membuat Como finis di posisi keempat klasemen akhir dengan raihan 71 poin. Mereka unggul tipis satu angka atas AC Milan yang harus puas mengakhiri musim di peringkat kelima.

Berikut adalah data pencapaian Como di penghujung musim kompetisi:

Data Pencapaian Historis Como Menuju Liga Champions
AspekCatatan
4 Menang, 1 Seri71 Poin
Peringkat 4 (Zona Liga Champions)Debut Liga Champions Pertama Kali

Filosofi Sprint Pesepeda dan Mahakarya Tim

Konsistensi luar biasa di penghujung musim menjadi kunci sukses Como. Ketika tim besar seperti AC Milan dan Juventus kehilangan momentum, I Lariani justru tampil menghentak dengan motivasi unik dari sang pelatih.

"Saya menunjukkan video seorang pesepeda kepada para pemain. Dia berada di posisi sixth, tetapi di sprint terakhir dia mengayuh lebih keras dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini," kata pelatih asal Spanyol berusia 39 tahun tersebut.

Perjalanan Fabregas bersama Como tergolong fenomenal sejak datang saat klub masih di Serie B. Ia tidak hanya melatih, tetapi juga membantu membangun fondasi klub dari nol, termasuk perancangan pusat latihan tim.

Meski dipuja sebagai aktor intelektual, mantan pemain Arsenal ini tetap rendah hati. Ia menyebut kesuksesan bersaing dengan Inter Milan, Napoli, dan AS Roma adalah mahakarya kolektif.

"Kami para pelatih hanya mendorong mereka, memberi opsi, memberi tahu di mana ruang kosong berada, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan. Saya sangat bahagia untuk warga Como, mereka pantas merasakan kebahagiaan ini," ujar Fabregas.

Como akan mendampingi Inter Milan yang keluar sebagai juara, Napoli di posisi runner-up, dan AS Roma sebagai wakil Italia di Liga Champions musim depan. Hasil ini sekaligus menandai kembalinya Roma ke kompetisi tertinggi Eropa setelah absen selama tujuh tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi