Masa depan CEO Juventus, Damien Comolli, dilaporkan berada di ujung tanduk setelah baru satu musim memimpin di Turin. Posisi petinggi klub tersebut goyah seiring dengan merosotnya peluang Bianconeri untuk menembus kompetisi Liga Champions musim depan.
Seperti dikutip dari Suara, Juventus saat ini masih tertahan di peringkat keenam klasemen Serie A. Jelang laga pamungkas musim ini, tim asal Turin tersebut masih tertinggal dua angka dari posisi empat besar.
Kondisi ini memaksa Juventus bergantung pada hasil pertandingan tim kompetitor demi mengamankan tiket ke Liga Champions 2026/2027. Kegagalan finis di zona elite tersebut diprediksi akan menjadi penentu akhir bagi karier sang CEO.
Pemilik Juventus, John Elkann, dijadwalkan menggelar pertemuan penting dengan Damien Comolli pada Selasa pekan depan. Pertemuan yang digelar setelah kompetisi berakhir ini juga akan menghadirkan pelatih Luciano Spalletti untuk menentukan arah kebijakan klub.
Media Italia Tuttosport melaporkan bahwa posisi Comolli menjadi sangat sulit dipertahankan jika tiket Liga Champions gagal diraih. Keputusan final mengenai kelanjutan masa bakti sang CEO kini berada sepenuhnya di tangan Elkann.
Sorotan Kebijakan Transfer dan Isu Internal
Sepanjang musim bergulir, beberapa keputusan penting yang diambil Comolli terus menuai kritik tajam. Langkah transfer untuk mendatangkan pemain seperti Lois Openda dan Edon Zhegrova dinilai belum memberikan kontribusi nyata bagi performa skuad.
Selain performa di lapangan, dinamika internal klub juga memanas karena hubungan antara Comolli dan Luciano Spalletti dikabarkan tidak harmonis. Gaya kepemimpinan serta proses pengambilan keputusan sang CEO terus memicu sorotan negatif di internal manajemen.
Sinyal perpisahan semakin kuat setelah Comolli menunda sejumlah agenda penting klub, termasuk rapat bersama tim pemandu bakat serta pertemuan umum dengan karyawan. Langkah penundaan ini semakin memperbesar spekulasi kepindahannya dari Turin dalam waktu dekat.