CEO Ford Motor Company Jim Farley secara tegas menolak masuknya kendaraan listrik asal China ke pasar Amerika Serikat pada Rabu, 22 April 2026. Penolakan tersebut dilakukan guna memproteksi sektor manufaktur domestik dari gempuran produk dengan harga yang dianggap tidak kompetitif.
Farley mengidentifikasi bahwa keberlangsungan industri otomotif Amerika Serikat saat ini terancam oleh kebijakan subsidi pemerintah China. Dukungan finansial tersebut memungkinkan produsen China menjual kendaraan dengan harga jauh lebih rendah meski memiliki fitur yang lebih beragam.
Dilansir dari Suara, kekhawatiran juga muncul terkait potensi ancaman keamanan nasional melalui pengumpulan data privasi. Selain itu, kelebihan kapasitas produksi otomotif di China dinilai jauh melampaui permintaan pasar domestik mereka sendiri.
ÔÇ£Kami tidak seharusnya membiarkan mereka masuk ke negara kami. Industri manufaktur adalah jantung dari negara ini. Kehilangannya akan sangat merugikan,ÔÇØ ujar Jim Farley, Presiden dan CEO Ford Motor Company.
Pimpinan Ford ini menyoroti perbandingan antara kapasitas produksi Negeri Tirai Bambu yang mencapai 50 juta unit dengan kebutuhan pasar internalnya yang hanya berkisar pada angka 29 juta unit kendaraan.
ÔÇ£Mereka punya kapasitas cukup untuk memenuhi seluruh penjualan kendaraan di Amerika Serikat,ÔÇØ kata Jim Farley, CEO Ford Motor Company.
Meskipun menaruh kekaguman terhadap kualitas unit kendaraan listrik buatan China, Farley menegaskan bahwa perlindungan pasar domestik tetap menjadi prioritas utama. Penolakan ini senada dengan kekhawatiran para politisi lintas partai yang menganggap ekspansi tersebut memicu risiko ekonomi serius.
ÔÇ£Ford harus memastikan produk kami tetap kompetitif dengan kendaraan China,ÔÇØ pungkas Jim Farley, CEO Ford Motor Company.