Menghadapi Lionel Messi di lapangan hijau menjadi tantangan besar bagi setiap pemain bertahan maupun gelandang bertahan di dunia.
Gelandang Manchester United, Casemiro, membagikan pengalamannya saat harus berhadapan dengan sang megabintang tersebut dalam berbagai kesempatan, baik di level klub maupun tim nasional.
Dilansir dari Detik Sport, mantan pemain Real Madrid tersebut memiliki pendekatan unik untuk menghentikan pergerakan Messi yang dikenal sangat lincah.
Meskipun banyak pemain cenderung menggunakan provokasi untuk merusak konsentrasi lawan, Casemiro justru memilih cara yang sebaliknya demi keamanan tim.
Pemain asal Brasil ini menyadari bahwa memancing kemarahan Messi justru bisa mendatangkan bahaya besar bagi pertahanannya sendiri.
Ia lebih memilih untuk menjaga atmosfer tetap tenang meski kontak fisik yang keras tidak mungkin dihindarkan dalam sebuah pertandingan kompetitif.
"Setiap kali kami bertanding, saya tidak berbicara terlalu banyak, saya tidak mendorongnya karena tidak mau bikin dia kesal," ujar Casemiro dalam obrolan bersama dengan Rio Ferdinand.
Casemiro menjelaskan bahwa ia lebih suka menunjukkan rasa hormat di tengah persaingan sengit untuk meredam ambisi meledak-ledak dari pemain Argentina tersebut.
"Saya akan menekelnya dan kemudian akan bilang, 'Maaf'," ucapnya sambil tertawa.
"Kamu tidak bisa menghentikannya, itu mustahil," kata Casemiro.
Selain kemampuan individu, Casemiro juga menaruh perhatian pada pengaruh besar yang dimiliki Messi terhadap performa tim secara keseluruhan.
Menurut pengamatannya, Messi memiliki kemampuan luar biasa untuk menentukan hasil akhir pertandingan seorang diri, bahkan saat timnya sedang bermain buruk.
"Ketika Barca tidak main bagus, Messi akan mengambil alih dan begitulah--tiga poin," tutur gelandang Manchester United itu.
Ia kemudian mengenang momen krusial saat Barcelona berhadapan dengan Sevilla untuk menggambarkan betapa dominannya peran pemain berjuluk La Pulga tersebut.
"Saya ingat pertandingan Barca melawan Sevilla. Skornya masih 0-0, sisa 18 menit, dan dia di bangku cadangan," kata Casemiro.
"Dia masuk dan mencetak dua gol. Dia memenangkannya sendirian," ujar Casemiro menutup penjelasannya mengenai magis sang rival.