Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) secara resmi mengabulkan permohonan penangguhan sanksi yang sebelumnya dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain naturalisasi asal Malaysia. Keputusan ini memberikan ruang napas bagi Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Dilansir dari Investortrust, ketujuh pemain yang mendapatkan penangguhan sanksi tersebut adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Penangguhan ini membuat hukuman larangan beraktivitas selama 12 bulan tidak berlaku untuk sementara waktu.
Melalui pernyataan resminya, FAM mengonfirmasi bahwa para pemain kini diizinkan untuk melanjutkan karier profesional mereka. Selain itu, mereka diperbolehkan terlibat dalam seluruh kegiatan sepak bola hingga CAS mengeluarkan putusan akhir yang berkekuatan hukum tetap.
"Keputusan ini membuat sanksi larangan selama 12 bulan terhadap tujuh pemain tersebut tidak berlaku untuk sementara. Para pemain diizinkan melanjutkan karier serta terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola hingga CAS mengeluarkan putusan akhir atas banding yang diajukan," bunyi pernyataan resmi FAM.
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada para pemain tersebut atas dugaan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi. Tidak hanya pemain, FAM juga dikenai denda finansial mencapai Rp7,3 miliar akibat pelanggaran administratif yang ditemukan oleh federasi sepak bola dunia tersebut.
Dampak dari sanksi FIFA juga merembet pada prestasi tim nasional Malaysia. Tiga hasil pertandingan internasional Harimau Malaya dibatalkan dan dinyatakan kalah 0-3 saat melawan Singapura, Palestina, serta Cape Verde.
Hingga saat ini, FIFA masih melakukan pertimbangan mendalam mengenai potensi pembatalan kemenangan Malaysia atas Nepal dan Vietnam. Pertandingan tersebut menjadi sorotan karena ketujuh pemain yang bermasalah sempat diturunkan dalam kualifikasi Piala Asia 2027.
Meskipun penangguhan sanksi telah dikabulkan oleh CAS, posisi Malaysia belum sepenuhnya aman. Nasib hasil pertandingan internasional dan status keikutsertaan mereka dalam kualifikasi Piala Asia 2027 sangat bergantung pada keputusan final yang akan diambil oleh pengadilan olahraga tertinggi tersebut.