Legenda Liverpool Jamie Carragher memberikan kritik tajam terhadap arah perkembangan mantan klubnya setelah menelan kekalahan 2-3 dari Manchester United di Stadion Old Trafford pada Minggu, 3 Mei 2026. Hasil dalam laga pekan ke-35 Premier League tersebut memicu kekhawatiran Carragher mengenai pembangunan skuad dan hilangnya identitas tim.
Dilansir dari Bola, Manchester United memimpin lebih dulu melalui gol Matheus Cunha pada menit ke-6 dan Benjamin Sesko di menit ke-14. Liverpool sempat menyamakan kedudukan lewat Dominik Szoboszlai dan Cody Gakpo sebelum akhirnya takluk oleh gol penentu Kobbie Mainoo pada menit ke-77.
Carragher menegaskan bahwa manajemen klub harus mengambil langkah krusial pada jendela transfer musim panas mendatang demi memperbaiki keseimbangan tim. Ia secara khusus menyoroti kebutuhan akan pemain tengah yang memiliki ketahanan fisik lebih kuat untuk bersaing di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
"Saya khawatir dengan arah Liverpool saat ini," ujar Carragher di Sky Sports.
Mantan bek tersebut menilai komposisi lini tengah saat ini terlalu didominasi oleh pemain bertipe teknis. Ia memperingatkan bahwa tanpa profil pemain yang tepat, Liverpool akan terus kesulitan menghadapi transisi lawan.
"Hal besar adalah apa yang akan mereka lakukan di lini tengah. Saya sedikit khawatir jika pemain yang sangat teknis datang," lanjut Carragher.
Kekhawatiran Carragher didasari pada potensi perekrutan pemain yang tidak sesuai dengan kebutuhan defensif tim. Ia mencontohkan profil gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, yang meski memiliki kemampuan teknis mumpuni, dinilai memiliki kekurangan dalam aspek fisik.
"Adam Wharton adalah pemain bagus, kaki kirinya luar biasa. Tapi saya akan khawatir melihatnya berlari kembali ke arah gawang sendirian saat serangan balik," ujar Carragher.
Carragher mendesak pihak klub untuk tidak hanya sekadar membeli pemain atas dasar kualitas individu semata. Menurutnya, kegagalan beberapa rekrutan sebelumnya menunjukkan bahwa profil pemain harus benar-benar dipertimbangkan dengan matang.
"Akan sangat menarik melihat siapa yang akan dibeli Liverpool di musim panas dan seperti apa profil pemainnya," kata Carragher.
Mantan pemain tim nasional Inggris ini juga menambahkan bahwa kebijakan transfer yang tidak tepat sasaran telah terbukti merugikan performa tim di lapangan.
"Merekrut pemain bagus saja tidak cukup, itu sudah terbukti tidak berjalan sesuai harapan," ujar Carragher.
Selain masalah personel, Carragher menggarisbawahi hilangnya gaya bermain agresif yang sebelumnya melekat pada era Juergen Klopp. Ia menilai transisi kepelatihan ke tangan manajer asal Belanda, Arne Slot, telah membawa perubahan radikal dalam filosofi permainan klub.
"Kekhawatiran saya adalah tak ada identitas. Itu menjadi identitas mereka," ujar Carragher.
Ia menyoroti kecenderungan pelatih asal Belanda yang lebih mengutamakan penguasaan bola dibandingkan gaya main klub yang biasanya lebih bertenaga. Hal ini dianggap Carragher sebagai pergeseran besar dari jati diri Liverpool yang sebelumnya dikenal publik.
"Jangan lupa setiap pelatih Belanda punya cara tersendiri untuk bermain, sepak bola teknis dan possession," lanjut Carragher.
Carragher juga mempertanyakan kecocokan beberapa pemain baru dengan kultur klub. Ia menilai ada ketidakselarasan antara pemain yang didatangkan dengan gaya bermain yang diinginkan oleh pelatih baru tersebut.
"Terus Anda lihat pemain yang mereka beli, mereka bukan pemain klub," ujar Carragher.
Menurutnya, tanggung jawab penuh atas perubahan identitas ini berada di pundak manajer. Meskipun gaya teknis bisa membawa kesuksesan, Carragher melihat Liverpool saat ini justru semakin menjauh dari karakter yang membuat mereka disegani sebelumnya.
"Mereka mendatangkan pemain dengan gaya lain, jadi ini tanggung jawab pelatih," lanjut Carragher.
Ia pun meragukan apakah pendekatan yang dilakukan saat ini akan membuahkan hasil positif dalam jangka panjang. Carragher menutup komentarnya dengan mempertanyakan apakah Liverpool akan meneruskan arah teknis ini atau mencoba kembali ke akar permainan musim lalu.
"Saya tak bilang ini tidak akan berhasil, banyak skuad dengan teknik bagus menjadi tim juara tetapi kita makin menjauh dari tim Juergen Klop karena ini keinginan manajer baru," ujar Carragher.
"Jadi, saya berpikir apakah ini akan tetap ke arah sana atau kembali lagi seperti musim lalu?" kata Carragher.