Petenis asal Spanyol, Carlos Alcaraz, dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam turnamen grand slam Wimbledon 2026 yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Pemain muda tersebut saat ini masih harus menjalani masa pemulihan akibat cedera yang dialaminya.
Seperti dikutip dari Detik Sport, Alcaraz sebelumnya juga sudah menyatakan mundur dari kompetisi French Open 2026 yang mulai bergulir pekan ini. Cedera pada pergelangan tangan kanan memaksa sang juara bertahan untuk melewatkan ajang tersebut.
Pemilik tujuh gelar grand slam ini memilih untuk memprioritaskan kesembuhan totalnya secara sabar. Walaupun proses rehabilitasi dikabarkan menunjukkan progres positif, ia menilai kondisinya belum siap untuk berkompetisi di lapangan rumput Wimbledon yang dimulai pada 29 Juni mendatang.
Keputusan tersebut membuat Alcaraz bakal melewatkan seluruh kalender turnamen lapangan rumput sepanjang tahun ini. Pihak terkait juga belum bisa memastikan apakah ia dapat kembali bertanding dalam ajang US Open yang menjadi grand slam penutup musim pada akhir Agustus nanti.
"Pemulihan saya berjalan dengan baik dan saya merasa jauh lebih baik, tetapi sayangnya saya masih belum siap untuk bermain, dan itulah mengapa saya harus menarik diri dari rangkaian turnamen lapangan rumput di Queen's dan Wimbledon," tulis Alcaraz di media sosial.
"Kedua turnamen itu sangat istimewa bagi saya dan saya akan sangat merindukannya. Kami terus bekerja untuk kembali sesegera mungkin!" jelas petenis 23 tahun tersebut.
Absennya Alcaraz membuat peta persaingan berubah, di mana petenis nomor satu dunia asal Italia, Jannik Sinner, kini menjadi kandidat terkuat untuk meraih gelar juara di French Open dan Wimbledon. Sinner merupakan finalis di kedua turnamen tersebut pada tahun lalu dan sukses merebut trofi juara di Wimbledon.