Pelatih Carlo Ancelotti memberikan kesempatan baru bagi Neymar untuk kembali memperkuat Timnas Brasil dalam kompetisi Piala Dunia 2026, seperti dikutip dari Bola.
Arsitek taktik asal Italia tersebut menetapkan nama Neymar ke dalam daftar final 26 pemain Selecao yang diumumkan langsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada 18 Mei 2026.
Kehadiran sang penyerang mengakhiri masa absennya dari panggung internasional selama tiga tahun terakhir, sekaligus menjadikannya sosok krusial di tengah absennya Rodrygo dan Estevao akibat cedera.
Ancelotti memerlukan figur berpengalaman seperti Neymar untuk membimbing generasi baru dan pemain muda yang mendominasi komposisi skuad Brasil saat ini.
Selain kontribusi teknis di lapangan, mantan pemain Barcelona tersebut diproyeksikan menjadi pemimpin utama di ruang ganti selama turnamen akbar tersebut berlangsung.
Meski kondisi fisiknya sempat diragukan, performa impresif yang ditunjukkan Neymar bersama klub Santos mendapat pujian langsung dari sang pelatih kepala.
Neymar tetap menjadi pilar penting bagi Selecao walaupun belum pernah mempersembahkan trofi Copa America maupun Piala Dunia sepanjang kariernya.
Hubungan emosional yang mendalam dengan tim nasional membuat pemain didikan Santos ini tidak mampu membendung air mata saat menerima panggilan dari Ancelotti.
ÔÇ£Sulit untuk tidak terbawa emosi. Dengan semua yang telah kami lalui. Semua yang mereka saksikan saya lalui."
"Saya sampai di sini, berhasil berkompetisi di Piala Dunia lainnya. Ini luar biasa. Ini adalah air mata kebahagiaan murni," kata Neymar di saluran YouTube-nya dikutip dari World Soccer Talk.
Melalui momentum ini, ia bertekad untuk membalas kepercayaan tim pelatih dengan mengincar prestasi tertinggi pada turnamen sepak bola sejagat tersebut.
"Sungguh, saya ingin berterima kasih kepada setiap warga Brasil yang mendukung dan menyemangati saya kita masih punya Piala Dunia lain untuk diperjuangkan."
"Kami akan memberikan segalanya untuk membawa Piala itu kembali ke Brasil,ÔÇØ jelasnya.
Transformasi Peran Menjadi Penyerang Tengah
Keputusan memanggil Neymar merupakan bagian dari penyesuaian taktik yang dirancang oleh Ancelotti demi mengakomodasi kebutuhan strategi tim.
Keberadaan Vinicius Jr dan Raphinha di sektor sayap, serta Matheus Cunha yang beroperasi sebagai gelandang serang, sempat memicu analisis mengenai posisi bermain Neymar.
Faktor kelincahan yang mulai berkurang membuat pemain berpengalaman ini mengubah gaya bermainnya sejak merumput kembali bersama Santos.
Gaya mainnya kini lebih mengandalkan visi bertanding yang matang, kemampuan kontrol bola, serta akurasi umpan terobosan untuk membongkar pertahanan lawan.
Oleh karena itu, Ancelotti bakal menempatkan Neymar sebagai penyerang tengah guna menghubungkan aliran bola antara lini tengah dan lini serang Brasil.