Penyerang West Ham United, Callum Wilson, melayangkan kritik terhadap konsistensi keputusan VAR setelah golnya dianulir dalam pertandingan derbi London melawan Arsenal pada akhir pekan lalu. Wilson menilai intervensi teknologi tersebut merugikan timnya saat menghadapi tekanan di lapangan, sebagaimana dilansir dari Bola.
Insiden bermula ketika penjaga gawang Arsenal, David Raya, gagal menangkap bola dengan sempurna akibat tekanan dari Pablo di area kotak penalti. Wilson yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola tersebut untuk mencetak gol, namun wasit Chris Kavanagh membatalkannya setelah peninjauan VAR yang cukup lama.
Dasar pembatalan gol tersebut adalah adanya dugaan pelanggaran oleh Pablo yang dianggap memegang lengan Raya sebelum gol terjadi. Meskipun Ketua PGMOL Howard Webb membela keputusan wasit, Wilson menegaskan bahwa situasi serupa sering terjadi tanpa ada sanksi serupa dari pengadil lapangan.
"Bagi saya itu merugikan kami, apakah Anda mengatakan itu pelanggaran? Mungkin. Tetapi tentu saja, ada insiden serupa yang terjadi sepanjang musim," kata Wilson, Penyerang West Ham United.
Pemain asal Inggris tersebut menekankan pentingnya standar yang seragam agar tidak menimbulkan keluhan dari para pemain. Wilson juga menyoroti adanya kejadian lain beberapa detik sebelum gol yang menurutnya justru diabaikan oleh perangkat pertandingan.
"Saya hanya berpikir jika ada konsistensi maka tidak akan ada keluhan dari siapa pun dan saya pikir dengan insiden spesifik lima detik sebelumnya jelas ada pelanggaran lain yang terjadi di sana," ujar Wilson, Penyerang West Ham United.
Wilson menambahkan bahwa pelanggaran terhadap kiper sering kali bersifat subjektif dan tidak jarang tim lawan melakukan hal serupa tanpa mendapatkan hukuman. Ia pun bersikeras bahwa gol pertamanya tersebut seharusnya tetap disahkan oleh wasit.
"Jadi, jika Anda ingin mengangkat satu, Anda harus mengangkat semuanya," kata Wilson, Penyerang West Ham United.
Wilson juga membandingkan situasi tersebut dengan taktik yang sering diterapkan banyak tim di Liga Inggris saat ini. Ia merasa kontak fisik yang terjadi tidak cukup signifikan untuk menganulir sebuah gol penting dalam pertandingan tersebut.
"I akan mengatakan ya (seharusnya sah) karena saya mencetak gol untuk yang pertama," ujar Wilson, Penyerang West Ham United.
Kritik Wilson meluas pada taktik menghalangi kiper yang sering terjadi dalam situasi bola mati, termasuk yang menurutnya dilakukan oleh pihak Arsenal. Ia memandang ada standar ganda dalam penerapan aturan di dalam kotak penalti saat ini.
"But untuk yang kedua, kita melihat banyak tim saat ini melakukan situasi serupa di dalam kotak penalti dengan menghalangi penjaga gawang," kata Wilson, Penyerang West Ham United.
Menanggapi polemik VAR yang terus bergulir di liga, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan pandangan dari sudut pandang profesionalisme tim. Guardiola mengingatkan bahwa ketergantungan pada keputusan wasit bisa diminimalisir dengan performa yang jauh lebih dominan di lapangan.
"Kami kalah di dua final Piala FA karena wasit tidak menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya, bahkan VAR sekalipun," ujar Guardiola, Pelatih Manchester City.
Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa setiap tim harus memiliki mentalitas untuk terus berkembang agar hasil pertandingan tetap berada di tangan mereka sendiri. Ia mendorong para pemainnya untuk tidak terpaku pada kesalahan pengadil lapangan.
"Saya selalu belajar bahwa Anda harus berbuat lebih baik," kata Guardiola, Pelatih Manchester City.
Guardiola menutup pernyatannya dengan menekankan pentingnya peningkatan kualitas individu dan kolektif secara terus-menerus. Hal ini dianggap sebagai solusi terbaik di tengah ketidakpastian keputusan teknologi dalam sepak bola modern.
"Anda harus berbuat lebih baik dan lebih baik lagi untuk diri sendiri," ujar Guardiola, Pelatih Manchester City.