Produsen otomotif BYD resmi meluncurkan lini kendaraan terbaru yang diduga kuat sebagai M6 DM berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di pasar Indonesia pada sore ini. Kehadiran varian baru ini terkonfirmasi melalui unggahan siluet di akun Instagram resmi serta pembaruan daftar kendaraan pada situs perusahaan.
Langkah strategis tersebut menambah portofolio kendaraan BYD di dalam negeri menjadi tujuh model, sekaligus menandai debut teknologi non-EV untuk pasar domestik, seperti dilansir dari Detik Oto. Kendaraan ini mengusung teknologi Dual Mode (DM) yang mengombinasikan efisiensi bahan bakar dengan performa bertenaga.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa kendaraan ini memiliki efisiensi tinggi berkat mesin khusus yang tertanam di dalamnya. Sistem pintar pada mobil akan mengatur mode berkendara yang paling optimal secara otomatis.
"Dilengkapi mesin dengan efisiensi termal 46,06%, sistem pintar secara otomatis memilih mode berkendara paling efisien EV, HEV Seri, atau HEV Paralel guna menekan konsumsi bensin hingga 65KM/L serta menghemat 60% biaya operasional harian Anda," tulis BYD.
Sistem penggerak akan memanfaatkan daya baterai sepenuhnya secara mandiri saat kondisi daya terisi penuh. Ketika daya baterai melemah, sistem kendaraan bakal langsung berpindah ke mode hybrid demi menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar tanpa mengorbankan respons akselerasi.
"Didukung arsitektur NVH premium yang mereduksi kebisingan secara maksimal, BYD menghadirkan pengalaman berkendara yang super senyap, responsif, dan bebas dari kekhawatiran jarak tempuh," tulis BYD lagi.
Produk anyar ini diproyeksikan akan bersaing langsung dengan Toyota Veloz Hybrid di segmen MPV. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) untuk model ini diperkirakan berada di kisaran Rp 100 jutaan berdasarkan Permendagri nomor 11 tahun 2026, meski harga resmi dan spesifikasi lengkap belum dirilis di situs perusahaan.