Unit BYD M6 PHEV tertangkap kamera sedang melintas di jalanan kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, tanpa menggunakan penutup kamuflase sama sekali. Mobil ini terlihat jelas mengusung teknologi plug-in hybrid yang ditandai dengan identitas emblem BYD DM pada bagian bodi belakangnya.
Dilansir dari Suara, kehadiran varian plug-in hybrid dari BYD M6 ini tampaknya semakin mendekati kenyataan untuk pasar otomotif Indonesia. Kendaraan yang diduga kuat sebagai unit uji coba ini memperlihatkan ciri khas teknologi hybrid unggulan dari pabrikan asal Tiongkok tersebut secara mencolok.
Secara visual, mobil ini memiliki sejumlah perbedaan desain yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan versi listrik murni (EV) yang telah beredar sebelumnya. Bagian fascia depan kini dilengkapi dengan grille berukuran besar yang berfungsi mengalirkan udara untuk mendinginkan mesin bensin di dalamnya.
Tampilan bumper depan juga terlihat lebih agresif, meskipun BYD tetap mempertahankan bentuk lampu utama proyektor LED serta lampu siang hari (DRL) yang modern. Desain ini memberikan karakter yang berbeda pada lini MPV elektrifikasi BYD.
Pada sisi samping, kendaraan ini menggunakan velg dengan corak dual tone dan dilengkapi over fender plastik hitam yang memberikan kesan tangguh. Keberadaan lubang knalpot di area belakang serta dua pintu akses untuk pengisian bahan bakar dan daya listrik mempertegas konfigurasi plug-in hybrid yang diusungnya.
Meski spesifikasi resmi untuk pasar Indonesia belum dirilis, model ini kemungkinan besar akan mengandalkan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc. Mesin tersebut dikombinasikan dengan sistem hybrid DM-i generasi terbaru milik BYD untuk efisiensi maksimal.
Di pasar global, model serupa yang dikenal dengan nama BYD Song Max dibekali motor listrik bertenaga 145 kW serta torsi mencapai 325 Nm. Penggunaan teknologi baterai Blade memungkinkan mobil ini melaju hingga jarak 105 kilometer hanya dengan tenaga listrik murni saja.
Kehadiran BYD M6 PHEV diprediksi akan memberikan dinamika baru mengingat mayoritas MPV elektrifikasi di Indonesia saat ini masih didominasi teknologi hybrid biasa atau HEV. Konsumen di kota besar akan memiliki pilihan kendaraan keluarga dengan daya jelajah tinggi.
Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak total hampir seribu kilometer dalam kondisi tangki dan baterai penuh tanpa harus sering berhenti. Strategi peluncuran ini dinilai sebagai tantangan serius bagi merek-merek mapan yang belum menghadirkan teknologi plug-in hybrid di segmen MPV menengah.