Bulog Usulkan Penyaluran Bantuan Beras 20 Kilogram kepada Pemerintah

Bulog Usulkan Penyaluran Bantuan Beras 20 Kilogram kepada Pemerintah
Foto: Ilustrasi Bulog Usulkan Penyaluran Bantuan Beras 20 Kilogram kepada Pemerintah.

Perum Bulog mengusulkan penyaluran bantuan sosial berupa beras sebanyak 20 kilogram untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama periode dua bulan. Pengajuan kebijakan komoditas pokok pangan ini diklaim telah mengantongi restu dari legislatif pada Kamis (22/5/2026).

Usulan kuota pendistribusian tersebut mengadopsi skema yang sama dengan periode sebelumnya, yakni dialokasikan sebesar 10 kilogram per bulan untuk tiap penerima. Bulog saat ini tengah menanti keputusan final dari pihak eksekutif.

"Komisi IV sudah menyetujui dan mudah-mudahan juga disetujui oleh pemerintah pusat," urai Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/5/2026).

Rizal menjelaskan lebih lanjut mengenai teknis pembagian bantuan yang akan dirapel. Pihak Bulog bersiap menggelontorkan stok beras nasional demi kelancaran program tersebut.

"Per bulannya 10 kg, jadi kita akan distribusikan 20 kg selama dua bulan itu," lanjut Rizal.

Dilansir dari Nasional, program jaminan sosial komoditas pangan sejenis sebelumnya telah terealisasi pemerintah pada Februari dan Maret tahun ini. Penyaluran komoditas tersebut juga mencakup distribusi minyak goreng kemasan Minyakita.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat total penerima manfaat pada periode lalu mencapai puluhan juta rumah tangga. Target sasaran program ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

"Bapanas kembali melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kg dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan bagi 33,2 juta KPM," terang Amran.

Jumlah penerima manfaat tersebut melonjak signifikan sebesar 81,9 persen dari realisasi program sebelumnya yang tercatat hanya 18,2 juta KPM per bulan. Peningkatan kuota penerima mendorong penambahan volume komoditas secara masif.

Guna memenuhi kebutuhan penyaluran simultan itu, Bulog menyiapkan cadangan beras sebesar 664.800 ton, sementara pasokan minyak goreng disediakan 132.900 kiloliter. Anggaran belanja negara yang dialokasikan pemerintah untuk mendukung seluruh pasokan tersebut mencapai Rp 11,92 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi