Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung pendistribusian paket bantuan pangan untuk masyarakat di Kelurahan Bantar Gebang, Kota Bekasi, pada Rabu (15/4/2026). Program ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto guna menjaga ketahanan pangan nasional.
Setiap warga penerima manfaat mendapatkan paket komoditas berupa 20 kilogram (kg) beras serta 4 liter minyak goreng. Dilansir dari Detik Finance, jumlah tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan selama dua bulan, dengan rincian 10 kg beras dan 2 liter minyak per bulan.
"Syukur Alhamdulillah ini masyarakat juga sangat menunggu bantuan pangan ini, dan Alhamdulillah kita salurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mana bantuan ini diserahkan sejumlah 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng," kata Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog.
Data pencatatan menunjukkan terdapat 2.066 orang yang terdaftar sebagai penerima manfaat di wilayah Bantar Gebang. Sementara itu, jangkauan program ini di tingkat nasional mencakup lebih dari 33 juta penduduk Indonesia.
Proses distribusi di lapangan melibatkan kolaborasi antara pihak Bulog dengan Pemerintah Daerah Bekasi serta personel TNI. Sinergi ini bertujuan untuk mengatur pengerahan massa agar penyaluran berjalan lebih cepat, tertib, dan tepat sasaran.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun untuk mendanai pengadaan dan distribusi bantuan sosial ini melalui penugasan kepada Perum Bulog. Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun ini mengalami peningkatan sebesar 81,9 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam pelaksanaan penyaluran serentak untuk periode dua bulan ini, Bulog menyiapkan total stok sebanyak 664,8 ribu ton beras. Selain itu, otoritas pangan nasional tersebut juga menyediakan 132,9 ribu kiloliter (KL) minyak goreng untuk dibagikan secara luas.