Pelaku usaha mikro di wilayah Indonesia Timur kini mulai bertransformasi menjadi penyedia layanan keuangan digital bagi masyarakat di sekitarnya. Langkah ini didorong oleh BukuWarung untuk memperluas akses finansial sekaligus mempercepat perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Melalui solusi teknologi yang tersedia, para pemilik usaha tidak lagi hanya fokus pada bisnis inti mereka. Dilansir dari Suara, pelaku UMKM kini mampu menghadirkan layanan seperti transfer uang, tarik tunai, hingga berbagai jenis pembayaran tagihan secara mandiri.
Inisiatif ini menjadi bahasan utama dalam acara BukuAgen Roadshow 2026 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut mempertemukan ratusan pelaku usaha dari wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah untuk mendalami potensi pendapatan dari digitalisasi.
Direktur Penjualan (Merchant Success & Retail) BukuWarung, Adi Harlim, menjelaskan bahwa sektor UMKM memegang peranan krusial bagi perekonomian nasional. Sektor ini tercatat menyerap hingga 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB.
"UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Melalui BukuWarung, kami ingin mempercepat perputaran uang di tingkat komunitas dengan memberdayakan pelaku usaha agar bisa menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah diakses," ujar Adi.
Efektivitas ekosistem digital ini tercermin dari data sepanjang tahun 2025. Sebanyak 250 ribu agen yang tergabung dalam platform ini telah memproses lebih dari 61 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp41,1 triliun.
Dari total transaksi tersebut, para agen berhasil meraup pendapatan tambahan hingga lebih dari Rp500 miliar. Hal ini membuktikan bahwa UMKM memiliki peran aktif dalam memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke lapisan masyarakat terbawah.
"Angka ini menunjukkan bahwa UMKM bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga akselerator inklusi keuangan. Mereka berperan langsung memperluas akses layanan keuangan hingga ke level komunitas," tutur Adi.
Dampak Nyata bagi Pelaku Usaha Lokal
Manfaat dari program ini dirasakan langsung oleh Baso Aris Triwardana, seorang pelaku usaha asal Gowa. Ia mengawali bisnisnya hanya dengan berjualan pulsa kepada rekan kuliah sebelum akhirnya berkembang pesat.
"Awalnya hanya jual pulsa ke teman-teman kuliah. Sekarang sudah punya empat outlet, dan sekitar 30 persen keuntungan berasal dari layanan agen pembayaran. Yang paling terasa, warga sekitar jadi lebih mudah akses layanan keuangan," kata Baso.
Selain fokus pada pertumbuhan laba, BukuWarung juga memprioritaskan keamanan dalam setiap aktivitas transaksi. Edukasi rutin diberikan kepada para mitra untuk melindungi akun dari potensi penipuan atau aktivitas mencurigakan lainnya.
Brand & Community Manager BukuWarung, Riyan Prayugo, menyebutkan bahwa sistem keamanan yang kuat merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan bisnis para mitra.
"Transaksi yang aman akan mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memberikan rasa nyaman bagi merchant. Kami juga melakukan pemantauan transaksi secara real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan," jelas Riyan.
Ekosistem ini diperkuat dengan fitur tambahan seperti BukuModal untuk bantuan pembiayaan dan BukuSimpan untuk pengelolaan arus kas. Para agen juga dapat bergabung dalam komunitas Laskar Agen Juara sebagai wadah bertukar strategi dan pengalaman pengembangan usaha di lapangan.