Bukalapak Alami Rugi Bersih Rp 425,5 Miliar pada Kuartal I 2026

Bukalapak Alami Rugi Bersih Rp 425,5 Miliar pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Bukalapak Alami Rugi Bersih Rp 425,5 Miliar pada Kuartal I 2026.

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan penurunan performa finansial yang cukup signifikan pada pembukaan tahun ini. Perusahaan teknologi tersebut melaporkan kerugian besar sepanjang periode kuartal I 2026.

Dilansir dari Detik Finance, emiten berkode saham BUKA ini membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 425,5 miliar. Kondisi ini menunjukkan pembalikan performa dibandingkan tahun lalu.

Sebagai perbandingan, pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya, perseroan masih mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 110,65 miliar. Selisih angka ini menunjukkan tekanan berat pada laba periode berjalan.

Meskipun menderita kerugian, Bukalapak sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pada sisi pendapatan neto. Perusahaan berhasil meraup Rp 2,3 triliun sepanjang kuartal I 2026, melonjak dari posisi Rp 1,45 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut beriringan dengan pembengkakan pengeluaran. Beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik menjadi Rp 2,2 triliun, meningkat dari angka Rp 1,32 triliun pada kuartal pertama tahun lalu.

Kenaikan beban yang signifikan ini berdampak langsung pada operasional perusahaan. Bukalapak akhirnya membukukan rugi usaha sebesar Rp 519,1 miliar hingga akhir Maret 2026.

Angka kerugian operasional tersebut melambung tinggi jika dikomparasikan dengan data kuartal I 2025. Pada tahun lalu, rugi usaha yang tercatat hanya berada di level Rp 94,4 miliar.

Terkait posisi neraca keuangan, total aset yang dimiliki Bukalapak hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp 25,4 triliun. Di sisi lain, perseroan memiliki liabilitas sebesar Rp 657,8 miliar dengan total ekuitas mencapai Rp 24,7 triliun.

Selain laporan angka keuangan, terjadi pula perubahan pada struktur organisasi perusahaan. Jumlah karyawan Bukalapak mengalami penyusutan menjadi 419 orang per 31 Maret 2026, berkurang dari posisi 424 karyawan pada akhir Desember 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi