Realisasi panen program budidaya padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara mencapai luas 22 hektare pada musim tanam terbaru yang dilaporkan pada Minggu (26/4/2026). Capaian ini melampaui target awal seluas 20 hektare meski berlangsung di bawah tekanan kondisi cuaca ekstrem.
Dilansir dari Detik Finance, produktivitas rata-rata dari lahan tersebut tercatat berada pada angka 7 hingga 9 ton per hektare. Total produksi gabah diperkirakan menembus 176 ton dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp 1,23 miliar berdasarkan asumsi harga Rp 7.000 per kilogram.
Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, SP., MSi., menjelaskan bahwa penerapan teknologi berbasis riset menjadi jawaban atas tantangan intrusi air laut dan banjir rob di wilayah pesisir. Varietas ini dirancang khusus untuk bertahan di lahan marginal dengan salinitas tinggi.
"Keunggulan varietas Biosalin ini adalah mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektare dan memiliki masa tanam antara 84 hingga 107 hari. Yang tidak kalah penting varietas biosalin ini memiliki kelebihan tahan terhadap hama penyakit dan mampu bertahan di lahan marginal," jelas Arif, Kepala BRIN.
Penegasan mengenai fungsi pengembangan varietas ini juga mencakup aspek mitigasi bencana. Pihak BRIN mendorong replikasi model serupa di wilayah pesisir lain di Indonesia untuk menjaga kestabilan pangan petani setempat.
"Kami mendorong agar model seperti ini dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa. Dengan demikian, inovasi berbasis riset benar-benar menjadi pendorong dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ungkap Arif, Kepala BRIN.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyatakan keberhasilan ini membuktikan bahwa sektor pertanian di wilayahnya tetap tumbuh produktif. Penggunaan pendekatan teknologi yang tepat dinilai mampu memberikan nilai ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pesisir.
"Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, sektor pertanian tetap bisa tumbuh dan memberikan nilai ekonomi, bahkan di tengah tekanan cuaca ekstrem," kata Witiarso, Bupati Jepara.
Apresiasi juga diberikan kepada pihak PGN dan BRIN atas pendampingan dalam mengonversi lahan tidur menjadi lahan produktif. Kolaborasi lintas sektor tersebut dipandang sebagai harapan baru bagi para petani yang menghadapi tantangan alam.
"Kami juga sangat berterima kasih kepada PGN dan BRIN yang telah menghadirkan inovasi dan pendampingan nyata melalui program budidaya padi biosalin di Kabupaten Jepara. Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kondisi lahan pesisir yang tadinya merupakan lahan tidur, justru bisa mendongkrak hasil panen petani. Kolaborasi ini tidak hanya mampu menjaga produktivitas pertanian tetapi juga memberikan harapan baru bagi para petani." ujar Witiarso, Bupati Jepara.
Pemerintah daerah berharap inisiatif strategis ini dapat diperluas untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Sinergi kemitraan diposisikan sebagai pilar utama keberlanjutan program pertanian pesisir.
"Ke depan, kami berharap inisiatif ini dapat terus diperluas dan menjadi model penguatan ketahanan pangan daerah berbasis riset dan kemitraan strategis," ujar Witiarso, Bupati Jepara.
Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, mengungkapkan bahwa pendampingan diberikan agar petani memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik. Fokus utama program ini adalah kemandirian petani dalam mengadopsi praktik pertanian modern.
"Artinya, keberhasilan hari ini menjadi fondasi agar petani dapat terus berproduksi tanpa ketergantungan pada intervensi program di masa depan," jelas Krisdyan, Division Head CSR PGN.
Upaya ini juga disinergikan dengan penguatan ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi standar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis data riset.
"Kami berharap program ini dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan berbasis riset dan kolaborasi, sekaligus menjadi kontribusi nyata PGN dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan berkelanjutan," pungkas Krisdyan, Division Head CSR PGN.