PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) membukukan laba bersih sebesar Rp 319 miliar pada kuartal I-2026, Senin (27/4/2026), sebagai hasil dari peningkatan kualitas pembiayaan melalui model pendampingan nasabah yang lebih intensif di seluruh wilayah operasional perseroan.
Pencapaian laba tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 310,79 miliar sebagaimana dilansir dari Kompas. Kenaikan kinerja keuangan ini juga didukung oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh 4 persen secara tahunan menjadi Rp 10,6 triliun.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menjelaskan bahwa efektivitas model pendampingan menjadi faktor krusial yang menjaga stabilitas bisnis perusahaan pada awal tahun ini. Penguatan pada aspek portofolio dinilai memberikan dampak langsung terhadap ketahanan finansial bank.
"Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas bank," ujar Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah.
Pihak manajemen menekankan bahwa fokus utama perusahaan pada tahun 2026 tetap mengacu pada strategi pertumbuhan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan guna menghadapi dinamika tantangan ekonomi global maupun domestik yang tetap membayangi sektor keuangan.
"Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama laba kuartal pertama ini mengalami pertumbuhan. Pada 2026, Bank melanjutkan fokus di tahun sebelumnya, sambil mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan yang ada," tambah Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah.
Data keuangan menunjukkan indikator fundamental perseroan tetap solid dengan raihan Return on Asset (RoA) pada level 7,1 persen. Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat kuat di posisi 59,2 persen dengan total aset yang meningkat 7 persen secara tahunan menjadi Rp 23,2 triliun.
Optimalisasi peran Community Officer (CO) sebagai pendamping nasabah ultra mikro menjadi strategi kunci dalam pelaksanaan Pertemuan Rutin Sentra (PRS). Bank secara khusus meningkatkan kapasitas para petugas lapangan tersebut agar proses pendampingan kepada pelaku usaha inklusi menjadi lebih responsif dan efektif.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, BTPN Syariah juga menjalankan program insentif untuk memacu kedisiplinan nasabah dalam menjalankan kewajiban mereka. Langkah ini dibarengi dengan penyiapan diversifikasi produk bagi nasabah yang usahanya mulai menunjukkan perkembangan signifikan.