BTN Siapkan Pembiayaan Rusun Subsidi di Stasiun Manggarai

BTN Siapkan Pembiayaan Rusun Subsidi di Stasiun Manggarai
Foto: Ilustrasi BTN Siapkan Pembiayaan Rusun Subsidi di Stasiun Manggarai.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyediakan program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan untuk pembiayaan rumah susun subsidi di kawasan Stasiun Manggarai pada Jumat (22/5/2026).

Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan hunian terjangkau di pusat Jakarta, dilansir dari Money, bagi para pekerja muda yang selama ini bertempat tinggal di kota penyangga.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan bahwa tingginya pengeluaran transportasi pekerja dari luar kota menjadi latar belakang lahirnya proyek berkonsep TOD Manggarai ini.

"Kita lihat banyaknya pekerja di Jakarta tidak memiliki pemukiman di kota tersebut. Transportation cost bisa 20 sampai 25 persen dari income bulanan," ujar Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Proyek hunian terintegrasi ini juga ditargetkan untuk menekan kepadatan pergerakan harian warga dari wilayah Bogor, Bekasi, dan Tangerang menuju pusat ibu kota.

Saat ini mobilitas masyarakat menggunakan KRL Jabodetabek berkisar 1,3 juta orang per hari, dengan Stasiun Manggarai melayani pergerakan sekitar 300.000 penumpang setiap harinya.

Sementara itu, penyesuaian skema harga jual dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat memperoleh bunga kredit hunian vertikal subsidi yang jauh lebih murah.

"Jadi teman-teman enggak usah gengsi, buang-buang itu gengsi, yang penting bisa punya rumah strategis di pusat kota," kata Umi Hardinajati, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN.

Persyaratan pengajuan fasilitas FLPP ini meliputi ketentuan belum pernah memiliki properti pribadi serta belum pernah memanfaatkan bantuan subsidi perumahan.

Kriteria lainnya mencakup batas usia minimal 21 tahun serta masa kerja yang sudah berjalan paling sedikit dua tahun.

"Nah syaratnya apa? Mudah, cukup KTP, KK, NPWP, akta, kalau teman-teman sudah menikah itu juga harus dilampirkan," ujar Umi Hardinajati, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN.

Batas maksimal pendapatan bagi pemohon Jabodetabek kini dinaikkan menjadi Rp12 juta untuk individu belum menikah dan Rp14 juta untuk yang sudah berkeluarga.

Skema ini didukung subsidi uang muka sebesar Rp4 juta, beban uang muka awal 1 persen, jangka waktu kredit hingga 30 tahun, serta suku bunga tetap 6 persen.

"Suku bunga 6 persen fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap lima tahun, angsurannya tetap segitu," ujar Umi Hardinajati, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN.

Untuk unit rusun Manggarai dipasarkan mulai Rp500 juta hingga Rp630 juta, dengan simulasi cicilan unit termurah berkisar Rp2,9 juta per bulan.

Masyarakat berpenghasilan di atas batas maksimal juga difasilitasi lewat Kredit Program Perumahan berdurasi maksimal 20 tahun.

"Kalau FLPP tadi maksimal penghasilan Rp 12 juta dan Rp 14 juta untuk join income. Sementara kalau sudah lebih dari Rp 14 juta dan memiliki usaha itu bisa memanfaatkan program KPP," kata Umi Hardinajati, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN.

Artikel terkait

Rekomendasi