PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meluncurkan fitur bal├® Properti dalam aplikasi bal├® by BTN untuk mendekatkan layanan pembiayaan perumahan dengan generasi muda. Langkah transformasi digital ini mempermudah masyarakat mencari sekaligus mengajukan KPR secara daring tanpa harus datang ke kantor cabang.
Dilansir dari Investortrust, fitur ini memungkinkan calon pembeli menelusuri rumah berdasarkan lokasi, harga, tipe, hingga fasilitas sekitar. Pengguna juga dapat melakukan simulasi KPR, mengajukan kredit secara online, serta memantau prosesnya secara real time.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut transformasi digital menjadi bagian strategi perseroan dalam memperluas akses pembiayaan perumahan. Hingga Desember 2025, BTN telah menyalurkan 5,97 juta unit kredit perumahan dengan nilai Rp555,11 triliun, dengan mayoritas pembiayaan mengalir ke segmen KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Penyaluran KPR subsidi tercatat mencapai 4,4 juta unit senilai Rp300,99 triliun, sedangkan KPR non-subsidi menyentuh 1,3 juta unit senilai Rp218,57 triliun. Angka tersebut menegaskan peran strategis BTN dalam ekosistem pembiayaan hunian nasional yang kini diperkuat melalui kanal digital.
Pengamat Properti Colliers Indonesia, Aliviery Akbar, menilai digitalisasi proses KPR mengubah pola interaksi antara konsumen dan perbankan, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.
ÔÇ£Sebenarnya bukan perilaku konsumen yang berubah, tapi perbankan yang merubah perilaku konsumen. Digitalisasi mempercepat pelayanan dan meningkatkan efisiensi melalui pengajuan online, digital dokumen, serta pemantauan status secara real time,ÔÇØ ujarnya.
Menurut Aliviery, kehadiran super app dan digital store memungkinkan konsumen mengajukan pembelian rumah secara mandiri melalui aplikasi dengan data terintegrasi ke pengembang maupun lembaga lain. Proses pengambilan keputusan pembelian pun menjadi lebih cepat.
Kemudahan pengajuan KPR digital berpotensi mendorong peningkatan permintaan properti, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z yang mendominasi demografi pembeli rumah. Meskipun demikian, faktor suku bunga dan daya beli masyarakat tetap menjadi penentu akhir keputusan pembelian properti.
Aliviery memproyeksikan digitalisasi akan memainkan peran sentral dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional dalam tiga hingga lima tahun ke depan seiring dominasi generasi muda.
Akselerasi Kinerja dan Pertumbuhan Kredit
Dari sisi industri perbankan, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris MuÔÇÖtashim, menilai transformasi digital BTN memperkuat daya saing perseroan di tengah kompetisi yang ketat.
Efektivitas platform digital ini tercermin dari pertumbuhan kredit sebesar 11,9% hingga mencapai Rp400 triliun, serta pertumbuhan simpanan sebesar 14,6% menjadi Rp437 triliun.
ÔÇ£Angka ini berada di atas guidance tahun 2025, membuktikan efektivitas platform digital dalam menghimpun dana dan menyalurkan kredit,ÔÇØ ujarnya.
Digitalisasi juga berkontribusi terhadap kenaikan laba bersih sebesar 16,4% secara tahunan (year on year) yang mencerminkan efisiensi proses dan penguatan bottom line perusahaan.
Penggunaan portal properti BTN melonjak 56,9% secara tahunan, dengan realisasi penyaluran kredit meningkat 18,6% secara unit. Saat ini, sebanyak 77,3% nasabah KPR subsidi BTN berasal dari generasi milenial berusia 21ÔÇô35 tahun, yang membuktikan keberhasilan strategi digital membidik segmen muda.
Di sisi lain, BTN terus memperkuat aspek keamanan dan keandalan layanan digital melalui pembentukan Sub Komite Anti Fraud serta implementasi konsep Loan Factory untuk meminimalkan risiko kesalahan operasional.