BSI Libatkan Puluhan UMKM Produksi Perlengkapan Jemaah Haji

BSI Libatkan Puluhan UMKM Produksi Perlengkapan Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi BSI Libatkan Puluhan UMKM Produksi Perlengkapan Jemaah Haji.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI melibatkan puluhan UMKM binaan dalam produksi perlengkapan jemaah haji Indonesia untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan industri halal nasional pada Selasa (19/5).

Berbagai perlengkapan seperti kain ihram, mukena, batik haji, hingga tas serut diproduksi oleh pengrajin dalam negeri, terutama dari sentra UMKM di Pekalongan, Jawa Tengah dan Bandung, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BSI membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif sekaligus mendorong UMKM lokal menembus pasar global, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menyatakan keterlibatan UMKM dalam penyediaan kebutuhan jemaah haji tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan industri halal dan budaya Indonesia di panggung dunia.

ÔÇ£BSI tidak hanya hadir sebagai bank penerima setoran haji terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi umat. Kami ingin perjalanan ibadah haji memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal,ÔÇØ tutur Kemas Erwan Husainy, Direktur Retail Banking BSI.

Kemas menambahkan bahwa BSI konsisten mendukung pengembangan UMKM melalui program strategis seperti pendampingan usaha, peningkatan kapasitas bisnis, pelatihan kewirausahaan, sertifikasi halal, hingga membuka akses pasar internasional.

Tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jemaah dari total 203 ribu jemaah haji Indonesia melakukan pelunasan biaya haji melalui BSI. Pihak bank menyediakan sekitar 104 ribu mukena, 85 ribu kain ihram, dan 190 ribu potong kain batik untuk dibagikan kepada para calon jemaah haji.

ÔÇ£Selain itu, BSI juga menyediakan tas serut untuk mendukung kenyamanan jamaah selama beribadah di Tanah Suci. Seluruh pengadaan tersebut dikerjakan bersama 37 UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi ketat sesuai standar dan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia,ÔÇØ papar Kemas Erwan Husainy, Direktur Retail Banking BSI.

BSI juga menunjukkan kepedulian terhadap jemaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus dengan mengirimkan 600 kursi roda yang akan digunakan pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam produksi batik haji nasional, Ahmat Failasuf, mengaku bangga mendapatkan kepercayaan untuk memproduksi batik resmi jemaah haji Indonesia.

ÔÇ£Kami bersyukur dan bangga mendapatkan amanah untuk memproduksi batik haji Indonesia. Ini bukan sekadar produksi kain, tetapi juga membawa identitas bangsa Indonesia ke Tanah Suci,ÔÇØ ujar Ahmat Failasuf, Pelaku UMKM Batik.

Ahmat menambahkan, pengalaman hampir tiga dekade di industri batik menjadi modal penting dalam menjaga kualitas dan kepercayaan tersebut. Menurutnya, batik Indonesia akan menjadi identitas dan pembeda jemaah Indonesia di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara di dunia.

Keterlibatan UMKM dalam ekosistem haji nasional ini diyakini mampu menciptakan dampak berganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat industri halal nasional, sekaligus memperluas eksposur produk budaya Indonesia di level global.

BSI terus memperkuat dukungan terhadap sektor ini melalui pengembangan layanan BSI UMKM Center, pendampingan sertifikasi halal, pelatihan usaha, hingga fasilitasi akses pasar dan pembiayaan. Perseroan juga memperkuat kontribusi terhadap program Asta Cita Pemerintah melalui pengembangan pembiayaan segmen ritel dan UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel terkait

Rekomendasi