Bridgestone Indonesia Teken Perjanjian Kerja Bersama Periode 2026-2028

Bridgestone Indonesia Teken Perjanjian Kerja Bersama Periode 2026-2028
Foto: Ilustrasi Bridgestone Indonesia Teken Perjanjian Kerja Bersama Periode 2026-2028.

PT Bridgestone Tire Indonesia meresmikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI untuk periode 2026 hingga 2028 bersama Serikat Pekerja pada Jumat (17/4/2026). Langkah strategis ini bertujuan memperkuat sinergi hubungan industrial serta menjaga keharmonisan antara perusahaan dan karyawan.

Kesepakatan tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam menjaga stabilitas operasional perusahaan. Dilansir dari Otomotif, acara seremoni ini turut dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, yang menekankan pentingnya visi bersama untuk meningkatkan daya saing nasional.

Pemerintah mendorong agar pola hubungan kerja di lingkungan industri dapat bertransformasi menjadi lebih proaktif. Yassierli menilai posisi perusahaan saat ini sudah menunjukkan kematangan yang cukup baik dalam skala nasional.

"Ada lima level maturitas Hubungan Indusrial, yakni terfragmentasi, Patuh, Harmonis, Proaktif dan Transformatif. Bridgestone Indonesia berada di antara Proaktif dan Transformatif, oleh karenanya diharapkan perusahaan bisa terus meningkatkan level maturitas hubungan industrial dan jadi contoh bagi perusahaan lain di Indonesia," ujar Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Selain penguatan hubungan internal, perusahaan juga terus melakukan pengembangan produk di pasar otomotif. Salah satunya melalui kehadiran Ecopia EP300 ENLITEN yang kini tersedia dalam dua ukuran baru untuk kendaraan model Innova Zenix Tipe V dan Q.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyatakan bahwa fokus perusahaan mencakup pemenuhan pasar domestik sekaligus perluasan jangkauan internasional. Hal ini dibuktikan dengan catatan distribusi produk ke berbagai benua.

"Hal ini membantu membuat Bridgestone Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar ekspor," ujar Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia.

Pabrik Bridgestone di Indonesia tercatat telah mengirimkan ban ke lebih dari 70 negara, termasuk pasar dengan kriteria ketat seperti Amerika Serikat, Australia, hingga Jepang. Keberhasilan ekspansi ini didukung oleh penerapan standar operasional yang ketat di segala lini.

Manajemen menegaskan bahwa keunggulan kompetitif tersebut bersumber pada pedoman SEQCD yang meliputi aspek keselamatan, lingkungan, kualitas, biaya, dan ketepatan pengiriman dalam setiap proses produksi.

Artikel terkait

Rekomendasi