BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp 258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua

BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp 258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua
Foto: Ilustrasi BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp 258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua.

Akses kepemilikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah Papua mengalami peningkatan signifikan melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk hingga Senin, 27 April 2026.

Data yang dilansir dari Money menunjukkan penyaluran KPP BRI di Bumi Cendrawasih tersebut telah menyentuh angka Rp 258,9 miliar yang diberikan kepada 610 debitur. Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata dalam memperluas ketersediaan rumah layak huni di kawasan timur Indonesia.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, memberikan apresiasi terhadap kinerja bank pelat merah tersebut dalam mendukung kebutuhan papan masyarakat kecil di daerah. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Sorong.

"BRI membuktikan sebagai BUMN itu pro rakyat, terutama pro rakyat kecil dengan penyerapan KUR perumahan yang sangat tinggi," ujar Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.

Maruarar juga menggarisbawahi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap program ini dalam kurun waktu yang relatif singkat. Hal ini terlihat dari laporan penggunaan kuota pembiayaan yang tersedia.

"Bahkan ini baru bulan April belum selesai, kuotanya sudah mulai habis," lanjut Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.

Pemerintah kini mulai mengarahkan fokus pada perbaikan kualitas hunian di berbagai titik yang dinilai belum layak bagi warga kurang mampu. Kehadiran negara di tengah pemukiman padat menjadi prioritas dalam agenda kerja kabinet saat ini.

"Presiden ingin negara hadir di tempat-tempat masyarakat miskin, di kawasan yang rumahnya tidak layak huni," ujar Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.

Komitmen untuk melakukan aksi cepat di lapangan dipertegas melalui rencana eksekusi yang akan menyasar ribuan unit rumah di seluruh daratan Papua dalam waktu dekat.

"Kita akan segera lakukan perbaikan," tegas Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan sangat krusial mengingat keterbatasan anggaran daerah yang tidak mungkin menanggung beban pembangunan sendirian.

"Program ini tidak bisa maksimal jika hanya mengandalkan APBD," ujar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri RI.

Menurut Tito, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci agar penyaluran bantuan dan pembiayaan rumah bisa tersebar secara merata tanpa ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

"Perlu dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi semua pihak agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat," lanjut Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri RI.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menyatakan bahwa potensi pasar di Indonesia Timur tetap menjadi perhatian utama perusahaan. Penyaluran kredit perumahan ini diklaim mampu memicu perputaran ekonomi di sektor-sektor terkait lainnya.

"BRI melihat potensi permintaan di wilayah Indonesia Timur khususnya Papua masih sangat besar," ujar Aris Hartanto, Direktur Consumer Banking BRI.

Aris menambahkan bahwa strategi perusahaan akan terus disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan spesifik di wilayah Papua untuk memastikan target tahunan dapat tercapai secara optimal.

"Oleh karena itu, kami akan terus mengoptimalkan penyaluran melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik wilayah serta memperkuat kolaborasi," lanjut Aris Hartanto, Direktur Consumer Banking BRI.

Secara mendalam, distribusi pembiayaan di tanah Papua terbagi atas beberapa wilayah dengan rincian sebagai berikut:

Distribusi Pembiayaan Perumahan BRI di Papua 2026
ProvinsiPersentase Distribusi
Papua28,03%
Papua Barat16,76%
Papua Tengah14,76%
Papua Selatan13,83%
Lainnya (Papua Pegunungan & Papua Barat Daya)26,62%

Hingga April 2026, BRI telah mencatatkan realisasi KPP secara nasional mencapai Rp 7,89 triliun atau mencakup 98,73 persen dari total target Rp 8 triliun. Angka ini mencatatkan bank tersebut sebagai kontributor tertinggi dalam penyaluran KPP nasional.

"Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan kontribusi penyaluran KPP tertinggi secara nasional, yakni sebesar 58,30 persen," kata Aris Hartanto, Direktur Consumer Banking BRI.

Selain itu, untuk program FLPP, BRI mencatat penyaluran sebanyak 9.229 unit dengan total nilai Rp 16,9 triliun sejak awal tahun 2026. Target penyaluran untuk kategori FLPP sendiri ditetapkan sebesar 60.000 unit sepanjang tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi