Mantan gitaris band hardcore Turnstile, Brady Ebert, dilaporkan melakukan percobaan pembunuhan terhadap William Yates, ayah dari vokalis Brendan Yates, di Silver Spring, Maryland, pada Minggu (12/4/2026). Insiden penabrakan tersebut menyebabkan korban menderita patah kaki serius dan harus segera menjalani prosedur operasi darurat.
Dilansir dari Detikcom, Ebert sebenarnya telah berada dalam pengamanan pihak kepolisian sejak 31 Maret 2026 sebelum detail kasus ini terungkap ke publik melalui laporan Baltimore Banner. Pihak berwenang menyebutkan bahwa pelaku sempat mendatangi kediaman keluarga Yates dan melakukan provokasi dengan membunyikan klakson serta melontarkan makian.
Berdasarkan kronologi kepolisian, Ebert diduga sengaja memacu kendaraannya ke arah William Yates setelah sempat meninggalkan lokasi dan kembali lagi. Sebelum tabrakan terjadi, korban dilaporkan sempat mendekati mobil pelaku dan melempar batu sebagai reaksi atas gangguan yang dilakukan Ebert di lingkungan tersebut.
"Maaf, tapi ini murni pembelaan diri. Saya diserang secara langsung," kata Brady Ebert saat memberikan keterangan kepada Komisaris Pengadilan Distrik. Ebert bersikeras bahwa rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian akan membuktikan narasinya dan membantah laporan versi kepolisian.
Konflik internal antara Ebert dan personel Turnstile lainnya diketahui telah berlangsung lama, termasuk adanya permohonan perlindungan hukum atau peace order pada tahun 2022. Dalam audio persidangan yang beredar, Brendan Yates mengungkapkan bahwa ketergantungan narkoba akut menjadi pemicu perilaku Ebert yang tidak stabil dan sering mengancam keselamatan anggota band.
Yates menambahkan bahwa pelaku sempat menuntut uang sebesar USD10 ribu atau setara Rp171 juta dengan ancaman kekerasan fisik jika permintaan tersebut tidak dipenuhi. Sejak ancaman itu mencuat, Ebert dilaporkan mulai melakukan pengintaian di kediaman William Yates di Maryland.
Drummer Turnstile, Daniel Fang, turut memberikan kesaksian mengenai perubahan sikap mantan rekan setimnya tersebut yang dinilai menjadi pendendam akibat kecanduan. Menurut Fang, pesan ancaman terhadap seluruh anggota band sempat dikirimkan oleh Ebert melalui grup percakapan internal mereka sebelum akhirnya ia didepak dari grup.