BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Muhammadiyah Perluas Jaminan Sosial

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Muhammadiyah Perluas Jaminan Sosial
Foto: Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Muhammadiyah Perluas Jaminan Sosial.

BPJS Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah untuk mengoptimalkan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi seluruh ekosistem organisasi tersebut. Kesepakatan ini ditandatangani di Yogyakarta pada Jumat (24/4) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor ini mencakup perlindungan bagi pekerja di lingkungan internal hingga masyarakat luas yang terafiliasi dengan jaringan Muhammadiyah, dilansir dari Finansial. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan langsung oleh pimpinan kedua lembaga tersebut.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong inklusivitas program jaminan sosial di Indonesia.

ÔÇ£Hari ini kami menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah sebagai langkah strategis dalam mendorong optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan,ÔÇØ ujar Saiful Hidayat.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa jangkauan kerja sama ini sengaja dirancang secara luas guna menyentuh berbagai komponen masyarakat produktif yang ada di bawah naungan organisasi Islam tersebut.

ÔÇ£Kerja sama ini bukan hanya memberikan perlindungan bagi pekerja di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga kami perluas ke seluruh ekosistemnya. Kita memahami bahwa dalam ekosistem Muhammadiyah terdapat berbagai komponen masyarakat yang juga perlu mendapatkan perlindungan,ÔÇØ lanjut Saiful Hidayat.

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen memperkuat literasi jaminan sosial bagi pelaku UMKM dan komunitas pekerja rentan yang menjadi fokus pemberdayaan umat.

ÔÇ£Melalui kerja sama ini, kami mendorong perlindungan yang lebih menyeluruh bagi pekerja Indonesia, khususnya pekerja rentan, pelaku UMKM, dan komunitas masyarakat produktif, sekaligus memperkuat edukasi dan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan,ÔÇØ jelas Saiful Hidayat.

Integrasi layanan tambahan juga menjadi poin penting dalam kesepakatan tersebut guna memberikan nilai lebih bagi peserta jaminan sosial dari unsur Muhammadiyah.

ÔÇ£Kami tidak hanya menghadirkan perlindungan sosial, tetapi juga memperluas manfaat melalui layanan tambahan dengan menggabungkan kekuatan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah,ÔÇØ tambah Saiful Hidayat.

Selain aspek perlindungan dasar, kolaborasi ini membuka peluang kerja sama di sektor investasi yang akan digarap secara bersama melalui kajian mendalam.

ÔÇØKerja sama ini juga mencakup di bidang investasi, yang akan dieksplorasi dan dikembangkan melalui kajian bersama dengan mengedepankan potensi serta kapasitas yang dimiliki sesuai tugas dan fungsi BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah.ÔÇØ imbuh Saiful Hidayat.

Pengembangan layanan keuangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian dari peta jalan kolaborasi strategis antara lembaga negara dan organisasi massa ini.

ÔÇ£Tentu ini menjadi hal yang dapat kita kembangkan bersama, termasuk menghadirkan layanan keuangan bagi para pekerja di lingkungan Muhammadiyah maupun dalam ekosistemnya,ÔÇØ ujar Saiful Hidayat.

Saiful juga menggarisbawahi pentingnya riset dan program pembelajaran untuk membekali tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan ekonomi digital yang berkembang sangat pesat.

ÔÇ£Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bersama-sama mendorong upskilling dan reskilling tenaga kerja agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di era digital,ÔÇØ tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai kerja sama ini sebagai wujud nyata organisasi dalam memberikan perlindungan bagi para penggerak amal usaha dan elemen pendukungnya.

ÔÇ£Kami terus berusaha meningkatkan kesejahteraan, namun pada saat yang sama Muhammadiyah juga menjadi bagian dari masyarakat yang lebih luas. Karena itu, bersama BPJS Ketenagakerjaan kami akan melakukan langkah-langkah konkret dalam penguatan layanan dan perlindungan tenaga kerja,ÔÇØ lanjut Haedar Nashir.

Haedar berharap agar seluruh institusi negara memiliki keselarasan langkah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, baik yang sudah bekerja maupun yang belum.

ÔÇ£Kami berharap seluruh institusi pemerintahan dan komponen bangsa dapat bergerak bersama, menyatukan langkah. Ini merupakan agenda penting bagi kita semua untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan sosial, baik bagi mereka yang telah bekerja maupun yang belum memiliki pekerjaan,ÔÇØ tegas Haedar Nashir.

Implementasi kerja sama ini diperinci melalui penandatanganan teknis oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat, serta Direktur Human Capital BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, dengan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah.

ÔÇ£Kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan perlindungan yang lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja Indonesia, sekaligus membawa keberkahan yang Rahmatan Lil Alamin,ÔÇØ tutup Saiful Hidayat.

Artikel terkait

Rekomendasi