Bournemouth Segel Tiket Liga Europa Usai Imbangi Nottingham Forest

Bournemouth Segel Tiket Liga Europa Usai Imbangi Nottingham Forest
Foto: Ilustrasi Bournemouth Segel Tiket Liga Europa Usai Imbangi Nottingham Forest.

Kelompok suporter Bournemouth merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka menembus kompetisi Eropa musim depan. Hasil imbang 1-1 melawan Nottingham Forest pada pertandingan terakhir Liga Premier Inggris memastikan posisi klub aman di peringkat keenam.

Seperti dilansir dari Media Indonesia, raihan satu poin di City Ground tersebut sudah cukup bagi Bournemouth untuk mengamankan tiket ke Liga Europa. Pencapaian ini sekaligus menandai akhir masa jabatan manajer Andoni Iraola yang emosional.

Juru taktik berusia 43 tahun itu memilih untuk menyudahi kerja sama setelah menakhodai The Cherries selama tiga tahun akibat tidak tercapainya kesepakatan kontrak baru. Posisi yang ditinggalkan oleh pelatih asal Spanyol tersebut selanjutnya bakal diisi oleh mantan arsitek RB Leipzig, Marco Rose.

Andoni Iraola pergi dengan mencatatkan torehan apik setelah membawa klub bertransformasi dari tim papan bawah yang finis di urutan ke-15 pada musim 2022-23 menjadi kekuatan baru di kompetisi tertinggi Inggris, sekaligus memecahkan rekor 57 poin klub.

"Sampanye sudah ada di ruang ganti, kami merayakannya sebagaimana mestinya," kata Iraola.

"Saya menikmati setiap detik bersama para suporter, dengan para pemain, sangat menyenangkan bisa finis seperti ini dan memiliki sesuatu untuk dirayakan."

Langkah Bournemouth sepanjang musim ini sebenarnya tidak selalu berjalan mulus. Tim sempat terjebak dalam tren negatif berupa 11 pertandingan beruntun tanpa kemenangan dari periode November sampai Januari.

Kekalahan dari Arsenal pada awal Januari bahkan sempat melempar Bournemouth ke peringkat 15. Kendati demikian, tim segera bangkit dan mengukir rekor tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan berturut-turut di Liga Premier Inggris.

Performa impresif ini terwujud setelah skuad Andoni Iraola kehilangan sejumlah pilar penting di bursa transfer. Nama-nama seperti Dean Huijsen, Milos Kerkez, Illia Zabarnyi, Dango Ouattara, hingga Antoine Semenyo dijual dengan menghasilkan dana sekitar £250 juta yang kemudian diinvestasikan kembali untuk merekrut pemain baru.

"Saya sangat menikmati ini dan ini tidak mudah. Ketika Anda pergi bekerja dengan senyuman, bahkan di momen-momen saat hasil pertandingan mungkin tidak terlalu bagus, itu lebih merupakan sebuah tantangan," ujar Iraola kepada Match of the Day.

"Saya cukup keras tetapi saya sudah sangat dekat [dengan air mata]. Saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi."

Pada awal kedatangannya di tahun 2023, target utama pelatih asal Spanyol ini sebenarnya bukan meloloskan tim ke kompetisi Eropa. Fokus utamanya adalah mengubah skema permainan tim menjadi lebih ofensif dan proaktif lewat strategi high-pressing.

"Saya tidak tahu [tentang mencapai Eropa saat bergabung]," aku Iraola.

"Saya tahu hampir mustahil untuk mendapatkan Eropa, tetapi pemilik klub memberi tahu saya sejak awal 'Saya ingin Eropa.' Finis di tiga musim ini dengan memberikan kembali, bukan hanya kepada pemilik tetapi juga para suporter dan pemain, adalah salah satu cara untuk berterima kasih kepada mereka."

Artikel terkait

Rekomendasi