Borneo FC berhasil merebut posisi puncak klasemen sementara Super League setelah menumbangkan tuan rumah Persik Kediri dengan skor tipis 1-0 pada Rabu (29/6/2026) sore WIB. Kemenangan di Stadion Brawijaya, Malang tersebut ditentukan oleh gol semata wayang penyerang asal Spanyol, Koldo Obieta.
Hasil pertandingan ini membuat Pesut Etam kini mengoleksi 69 poin dari 30 laga sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Tim asuhan Nadeo Argawinata dan kawan-kawan tersebut kini unggul tiga angka dari Persib Bandung di posisi kedua yang dijadwalkan baru akan bertanding pada Kamis (30/4/2026).
Gol penentu kemenangan tim tamu tercipta pada menit ke-55 melalui aksi kerja sama apik pemain lini depan. Mariano Peralta melakukan pergerakan individu sebelum mengirimkan umpan matang yang kemudian diselesaikan dengan tembakan keras oleh Koldo Obieta ke gawang Persik Kediri.
Persik Kediri sebenarnya mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 57 persen berbanding 43 persen milik Borneo FC. Tim berjuluk Si Macan Putih itu melepaskan total 25 percobaan dengan 9 tembakan tepat sasaran, namun gagal mencetak gol penyeimbang.
Sebaliknya, efisiensi menjadi kunci kemenangan Borneo FC yang mencatatkan 10 percobaan dengan 5 tendangan ke arah gawang. Ketangguhan pertahanan tim tamu memastikan tiga poin penuh dibawa pulang ke Samarinda.
Pada pertandingan lainnya di hari yang sama, Madura United juga memetik poin penuh saat bertandang ke markas Semen Padang. Bermain di Stadion H Agus Salim pada Rabu (29/4/2026), Laskar Sape Kerrab menang dengan skor 1-0 berkat gol cepat Junior Brandao.
Brandao mencatatkan namanya di papan skor pada 15 menit babak pertama melalui sebuah skema serangan balik cepat. Fransiskus Alesandro mengirimkan umpan lambung presisi ke dalam kotak penalti yang kemudian dikonversi menjadi gol melalui tandukan tajam Junior Brandao.
Semen Padang sempat mencetak gol balasan ke gawang Madura United, namun wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR). Keputusan itu diambil karena pemain Semen Padang, Guillermo, dianggap melakukan pelanggaran terlebih dahulu sebelum terjadinya gol.
Kemenangan krusial ini membantu Madura United keluar dari zona degradasi dengan total raihan 29 poin, unggul dua angka dari Persis Solo di urutan ke-16. Sementara itu, kekalahan ini membuat Semen Padang tetap tertahan di posisi ke-17 klasemen dengan koleksi 20 poin.