BNPT Ungkap Modus Rekrutmen Teroris Anak Melalui Fitur Chat Game

BNPT Ungkap Modus Rekrutmen Teroris Anak Melalui Fitur Chat Game
Foto: Ilustrasi BNPT Ungkap Modus Rekrutmen Teroris Anak Melalui Fitur Chat Game.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membeberkan adanya ancaman nyata terkait upaya rekrutmen kelompok teroris yang menyasar anak-anak melalui fitur percakapan di platform game online. Modus ini memanfaatkan kedekatan emosional di ruang digital untuk menyebarkan paham radikal.

Dilansir dari Detik iNET, pakar politik siber dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Prakoso Aji, menjelaskan bahwa kelompok ekstremis sering memulai pendekatan melalui fitur interaksi yang tersedia di dalam permainan. Fitur seperti kolom obrolan teks maupun suara menjadi pintu masuk utama.

Prakoso Aji menilai bahwa fitur chat tersebut sangat rentan disalahgunakan untuk mendoktrin anak-anak dengan ideologi tertentu. Setelah terjadi komunikasi awal, target biasanya akan diarahkan untuk bergabung ke ruang komunikasi yang lebih tertutup seperti grup WhatsApp atau Telegram.

"Bagi gamer pemula sangat berpotensi untuk menerima ajakan tersebut. Interaksi yang dilakukan kemungkinan besar diawali dengan pembahasan seputar game yang dimainkan. Lalu setelah timbulnya kedekatan, berpotensi untuk dilanjutkan kepada pendekatan terkait ideologi ekstrem," ujar Prakoso Aji.

Meskipun negara wajib melakukan pengawasan untuk mencegah penyebaran radikalisme di dunia maya, Aji menekankan bahwa privasi dan kebebasan berekspresi tetap harus dihormati. Hal ini membuat peran keluarga inti menjadi benteng pertahanan yang paling krusial bagi anak.

"Dibutuhkan peran dari keluarga khususnya, untuk memberikan pemahaman terhadap anak-anak kita agar terhindar dari ideologi ekstrem tersebut," kata Prakoso Aji.

Selain faktor keluarga, penguatan payung hukum juga dianggap mendesak untuk melindungi ruang siber di Indonesia. Aji mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangkal pertumbuhan paham ekstremis di berbagai platform digital.

"Diperlukan juga percepatan pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) untuk memperkuat payung regulasi ruang siber di Indonesia," tutur Prakoso Aji.

Pola Digital Grooming di Platform Roblox

Kepala BNPT, Eddy Hartono, mengungkapkan bahwa salah satu platform yang pernah terdeteksi menjadi medium pembujukan anak-anak adalah Roblox. Berdasarkan data pantauan sejak tahun 2024, terdapat 112 anak yang hampir menjadi korban melalui teknik digital grooming.

Pencegahan ini telah dilakukan melalui sinergi lintas kementerian serta aparat penegak hukum guna memonitor pergerakan pola rekrutmen tersebut secara intensif.

"Pencegahan ini sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Kami berkolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum untuk memantau pola rekrutmen ini," kata Eddy Hartono.

Eddy mengingatkan orang tua agar lebih waspada terhadap aktivitas digital putra-putri mereka. Meski tidak melarang anak bermain game, pendampingan saat berinteraksi dengan orang asing di internet merupakan hal yang mutlak dilakukan.

"Anak-anak tidak dilarang bermain game, tapi harus ada pendampingan. Mereka perlu tahu risiko interaksi dengan orang asing di dunia digital," ujar Eddy Hartono.

Artikel terkait

Rekomendasi