BMW Indonesia Terapkan Skema Perbaikan Modul Baterai Kendaraan Listrik

BMW Indonesia Terapkan Skema Perbaikan Modul Baterai Kendaraan Listrik
Foto: Ilustrasi BMW Indonesia Terapkan Skema Perbaikan Modul Baterai Kendaraan Listrik.

BMW Group Indonesia mengonfirmasi bahwa perbaikan komponen baterai pada kendaraan listrik mereka dapat dilakukan melalui penggantian sel atau modul secara parsial tanpa harus mengganti keseluruhan paket baterai. Kepastian ini disampaikan pada Jumat (9/6/2026) sebagai jawaban atas kekhawatiran calon konsumen mengenai beban biaya perawatan kendaraan listrik.

Metode perbaikan yang lebih terarah ini didukung oleh sistem diagnosis teknis yang mampu mengidentifikasi kerusakan pada level sel spesifik. Sebagaimana dilansir dari Otomotif, langkah ini diambil untuk memberikan efisiensi biaya dan waktu bagi para pemilik mobil listrik BMW di tanah air.

Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie OÔÇÖtania, memberikan gambaran mengenai besaran biaya yang diperlukan untuk penggantian komponen tersebut. Nominal tersebut bersifat estimasi awal yang tetap bergantung pada kondisi teknis kendaraan saat diperiksa.

"Sebagai gambaran, estimasi penggantian per cell atau module berada di kisaran Rp 32 jutaan per unit, tergantung hasil pengecekan teknis dan komponen pendukung yang diperlukan," kata Jodie, kepada Kompas.com, Jumat (9/6/2026).

Jodie menjelaskan bahwa saat ini mayoritas unit BMW EV di Indonesia masih berada dalam periode perlindungan resmi. Hal ini membuat aspek keamanan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama layanan purnajual perusahaan.

"BMW juga menggunakan teknologi baterai dengan jumlah cell atau module yang lebih efisien dibanding beberapa kompetitor. Artinya, apabila diperlukan perbaikan, penggantian dapat dilakukan secara lebih targeted dan efektif, hanya pada bagian yang memerlukan penggantian sesuai hasil diagnosis teknis BMW, tidak harus mengganti seluruh baterai," ujar Jodie.

Terkait perlindungan jangka panjang, produsen otomotif asal Jerman ini memberikan jaminan kapasitas dan material baterai dalam durasi yang cukup lama. Konsumen diingatkan untuk tetap melakukan perawatan rutin di bengkel resmi agar hak garansi tersebut tidak gugur.

"Baterai kendaraan listrik BMW dilindungi garansi global selama 8 tahun atau hingga 160.000 km, mana yang tercapai lebih dahulu. Garansi ini mencakup defect material, failure, serta kapasitas baterai, dengan ketentuan kendaraan menjalani perawatan berkala sesuai panduan buku kepemilikan manual agar garansi tetap valid," ujar Jodie.

Mengenai durasi pengerjaan di bengkel, pihak BMW menyatakan bahwa proses penggantian komponen modul tidak memakan waktu lama. Seluruh rangkaian prosedur tetap mengikuti standar keamanan global yang telah ditetapkan.

"Apabila seluruh parts yang diperlukan tersedia, proses penggantian cell module memerlukan estimasi waktu sekitar 2 hari kerja. Estimasi tersebut sudah mencakup diagnosis awal, proses pembongkaran, penggantian, hingga test diagnosis sesuai prosedur standar global BMW," kata Jodie.

Artikel terkait

Rekomendasi