Ratusan ibu rumah tangga di Kabupaten Tegal mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan strategi pengendalian inflasi dari lingkungan keluarga melalui program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta Pelindungan Konsumen (PeKA).
Kegiatan kolaboratif antara Bank Indonesia (BI) Tegal dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal tersebut diselenggarakan di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal, pada Jumat (22/5), seperti dilansir dari Media Indonesia.
Sebanyak 450 anggota PKK se-Kabupaten Tegal dilibatkan dalam agenda ini untuk menerima materi tentang perilaku belanja bijak, pemanfaatan komoditas lokal, hingga kewaspadaan atas penipuan transaksi digital.
Kepala BI Tegal, Bimala menyampaikan perempuan memiliki strategi dalam kehidupan keluarga maupun posisi masyarakat. Selain menjadi pengelola keuangan rumah tangga, perempuan juga berperan menentukan pola konsumsi keluarga dan menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitar.
ÔÇ£Perempuan mempunyai peran penting dalam mendukung pengendalian inflasi, salah satunya melalui perilaku konsumsi yang bijak dan pemanfaatan produk lokal,ÔÇØ ujar Bimala, Kepala BI Tegal.
Selain mendapatkan materi edukasi finansial, para peserta juga diajak untuk mengolah bahan pangan lokal berupa bawang putih lokal dan ikan tongkol menjadi menu sehat yang memiliki nilai ekonomis.
ÔÇ£Penggunaan produk lokal tidak hanya membantu perekonomian masyarakat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah,ÔÇØ ucap Bimala, Kepala BI Tegal.
Pihak BI Tegal turut menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Tegal dan menghadirkan Chef Muto guna mendemonstrasikan pengolahan ikan tongkol agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.
ÔÇ£Salah satunya, satu bawang putih lokal setara dengan empat bawang putih impor karena aroma dan rasanya lebih kuat,ÔÇØ jelas Bimala, Kepala BI Tegal.
Ketua TP PKK Kabupaten Tegal, Nilna Almuna menyampaikan selain edukasi pangan lokal, peserta juga mendapat materi mengenai CBP Rupiah. Melalui metode 3D yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang, seluruh peserta diajarkan cara mengenali keaslian uang kertas.
ÔÇ£Para ibu juga diingatkan untuk merawat uang rupiah melalui gerakan 5J, yakni jangan dilipat, jangan diremas, jangan dicoret, jangan distapler, dan jangan dibiarkan,ÔÇØ jelas Nilna, Ketua TP PKK Kabupaten Tegal.