BI Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara Indonesia-China

BI Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara Indonesia-China
Foto: Ilustrasi BI Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara Indonesia-China.

Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Digdaya x Hackathon sekaligus meresmikan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-China di Gedung BEI pada Kamis, 30 April 2026. Inisiatif ini bertujuan mempercepat transformasi ekonomi keuangan digital nasional serta mencetak talenta yang mampu menghadapi disrupsi kecerdasan buatan.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi Indonesia 2045 untuk memperkuat sistem pembayaran lintas batas. Dilansir dari Suara, kolaborasi dengan People's Bank of China (PBoC) tersebut juga mengedepankan penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

"Inisiatif ini dirancang untuk mencetak talenta digital inovatif yang mampu menghadapi disrupsi kecerdasan buatan (AI) serta mendukung transformasi ekonomi Indonesia," kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu menekan risiko volatilitas nilai tukar mata uang. Perry menegaskan bahwa pemanfaatan inovasi domestik harus mampu dieksekusi hingga ke level global demi efisiensi perdagangan.

"Indonesia tidak hanya melahirkan inovasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya secara global. QRIS Antarnegara merupakan contoh riil implementasi inovasi domestik yang dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya hingga lintas negara," tutur Perry Warjiyo.

Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi pembayaran digital pada triwulan I 2026 tumbuh 37,69 persen secara tahunan dengan total 14,82 miliar transaksi. Khusus untuk QRIS, tercatat lonjakan tajam sebesar 116,43 persen dengan jangkauan 44 juta merchant yang didominasi oleh pelaku UMKM.

Kinerja transaksi QRIS antarnegara juga mencatatkan tren positif melalui pertumbuhan transaksi inbound sebesar 222 persen secara tahunan. Nilai nominal transaksi dari wisatawan mancanegara tersebut mencapai Rp713,59 miliar pada periode yang sama.

Program PIDI: Digdaya x Hackathon diarahkan untuk memberikan kompetensi teknis dan kewirausahaan kepada para inovator muda. Sinergi ini diharapkan dapat membangun ekosistem ekonomi digital yang aman serta mendukung kemandirian ekonomi nasional di pasar global.

Artikel terkait

Rekomendasi