Bhayangkara FC U-20 Banding Sanksi Larangan Bermain Pemain Muda

Bhayangkara FC U-20 Banding Sanksi Larangan Bermain Pemain Muda
Foto: Ilustrasi Bhayangkara FC U-20 Banding Sanksi Larangan Bermain Pemain Muda.

Manajemen Bhayangkara FC U-20 secara resmi menyatakan akan menempuh jalur banding ke Komite Banding PSSI menyusul sanksi berat yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap sejumlah pemainnya. Langkah hukum ini diambil setelah adanya insiden kericuhan dalam pertandingan melawan Dewa United U-20.

Hukuman tersebut mencakup larangan beraktivitas di dunia sepak bola nasional selama tiga tahun bagi pemain muda Fadly Alberto, sebagaimana dilansir dari Suara. Selain Fadly, Komdis PSSI juga memberikan skorsing dua tahun kepada Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, serta Ahmad Catur, dan satu tahun bagi M. Mufdi Iskandar.

Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas, mengonfirmasi pihaknya telah menerima salinan keputusan resmi namun menilai perlunya peninjauan ulang yang lebih proporsional terhadap durasi hukuman para pemainnya.

"Kami menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI. Namun, kami menilai ada beberapa hal yang masih perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif dan proporsional, terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain," ujar Yongky Pamungkas, Manajer Bhayangkara FC U-20.

Yongky menambahkan bahwa dinamika yang terjadi di tengah lapangan saat insiden berlangsung belum sepenuhnya tercermin dalam surat keputusan Komdis PSSI, termasuk posisi pemain yang ikut terdampak kerusuhan.

"Kami melihat ada fakta-fakta di lapangan yang perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak," lanjut Yongky Pamungkas, Manajer Bhayangkara FC U-20.

Klub menegaskan bahwa proses banding merupakan upaya formal untuk memastikan seluruh aspek kejadian dinilai secara menyeluruh tanpa mengabaikan konteks di lapangan.

"Kami memastikan akan mengajukan banding. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang," tegas Yongky Pamungkas, Manajer Bhayangkara FC U-20.

Terlepas dari tensi pertandingan yang sempat memanas, pihak manajemen mengklaim bahwa hubungan personal antara pemain Bhayangkara FC U-20 dengan penggawa Dewa United U-20 sebenarnya tetap harmonis karena sudah sering bertemu di kompetisi usia muda.

"Para pemain ini saling mengenal dengan baik, bahkan berkomunikasi di luar lapangan. Banyak dari mereka pernah bertemu di berbagai ajang, baik di level kompetisi maupun kegiatan lainnya, sehingga hubungan yang terjalin sebenarnya sangat positif," ujar Yongky Pamungkas, Manajer Bhayangkara FC U-20.

Pihak klub menekankan bahwa gesekan yang terjadi murni karena adrenalin kompetisi yang tinggi dan tidak membawa masalah personal antar individu di luar lapangan hijau.

"Hubungan mereka sangat dekat dan penuh rasa saling menghargai. Jadi apa yang terjadi kemarin murni karena emosi sesaat dalam pertandingan dengan tensi tinggi, bukan sesuatu yang mencerminkan hubungan pribadi mereka," tutup Yongky Pamungkas, Manajer Bhayangkara FC U-20.

Sanksi administratif juga menimpa ofisial tim Muklis Hadi Ning yang dilarang mendampingi tim sebanyak empat laga. Manajemen kini fokus melakukan evaluasi pembinaan karakter sembari tetap memperjuangkan hak pemain melalui jalur banding.

Artikel terkait

Rekomendasi