PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) mengelola piutang pembiayaan senilai Rp26,8 triliun pada kuartal I/2026, mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,5 persen secara tahunan. Capaian ini dilansir dari Finansial seiring dengan keberhasilan perusahaan menjaga stabilitas penyaluran pembiayaan baru di angka Rp5,5 triliun hingga akhir Maret 2026.
Data operasional menunjukkan bahwa mayoritas dana tersebut, yakni Rp15,5 triliun atau 57,8 persen, dialokasikan untuk sektor pembiayaan modal kerja. Presiden Direktur BFI Finance Sutadi menyebutkan bahwa performa ini didukung oleh penerapan manajemen risiko yang disiplin dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global.
ÔÇ£Stabilnya penyaluran ini mencerminkan resiliensi bisnis Perusahaan di tengah ketidakpastian, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam menerapkan prinsip selektivitas dan disiplin risiko,ÔÇØ ucap Sutadi, Rabu (29/4/2026).
Manajemen menekankan bahwa kebijakan selektif menjadi instrumen utama dalam menjaga kesehatan fundamental bisnis. Fokus pada efisiensi risiko diharapkan dapat mempertahankan keberlanjutan profitabilitas perusahaan di masa mendatang.
ÔÇ£Sutadi menjelaskan bahwa pendekatan selektif dan disiplin menjadi kunci dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis,ÔÇØ tutur Sutadi.
Berdasarkan komposisi portofolio, segmen kendaraan roda empat masih menjadi kontributor utama dengan porsi 68,1 persen. Sementara itu, alat berat dan mesin menyumbang 15,0 persen, diikuti pembiayaan beragun properti sebesar 8,9 persen, dan kendaraan roda dua sebesar 8,0 persen.
| Segmen Pembiayaan | Kontribusi Portofolio (%) |
|---|---|
| Kendaraan Roda Empat | 68,1% |
| Alat Berat dan Mesin | 15,0% |
| Properti dan Lainnya | 8,9% |
| Kendaraan Roda Dua | 8,0% |
Kualitas aset perusahaan tercatat stabil dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto di level 1,57 persen dan NPF neto 0,25 persen. Dari sisi pendapatan, perseroan meraup Rp1,7 triliun atau naik 3,1 persen secara tahunan, dengan perolehan laba bersih mencapai Rp354,3 miliar.
ÔÇ£Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance membukukan pendapatan sebesar Rp1,7 triliun, meningkat 3,1% YoY. Kemudian, laba bersih pada periode yang sama tercatat sebesar Rp354,3 miliar,ÔÇØ ucap Sutadi.
Indikator profitabilitas lainnya menunjukkan Return on Assets (RoA) berada pada posisi 7,0 persen dan Return on Equity (RoE) 13,0 persen. Selain itu, rasio gearing perusahaan terkendali pada level 1,2 kali.
ÔÇ£Sebagai lembaga keuangan yang independen, kami akan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,ÔÇØ tutup Sutadi.
Sebelumnya pada Januari 2026, BFI Finance telah menyelesaikan kewajiban pelunasan pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C. Saat ini, Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang AA-(idn) dengan outlook stabil untuk perusahaan.