Kapten Manchester City, Bernardo Silva, melontarkan kritik tajam terhadap taktik bola mati Arsenal yang dinilai menggunakan kontak fisik berlebihan seperti dalam pertandingan rugbi. Komentar ini muncul saat kedua tim bersaing ketat memperebutkan gelar juara Liga Inggris musim 2025-2026, sebagaimana dilansir dari Bola.
Silva menilai pendekatan fisik yang diterapkan The Gunners telah melampaui batas kewajaran permainan sepak bola modern. Pemain asal Portugal tersebut beranggapan bahwa tindakan menjatuhkan lawan secara sengaja tidak seharusnya dibiarkan oleh perangkat pertandingan.
"Anda memegang seseorang dengan kedua tangan, dan Anda menjatuhkannya ke tanah seperti dalam rugbi dan itu baik-baik saja bagi mereka," buka Bernardo Silva.
Gelandang City tersebut mengungkapkan bahwa internal timnya telah mendiskusikan fenomena ini secara langsung kepada wasit. Ia menuntut adanya konsistensi dalam penegakan aturan agar tidak ada tim yang merasa dirugikan oleh standar ganda di lapangan.
"Kami telah berbicara dengan para wasit. Kami berkata, 'Lihat, jika Anda akan mulai mengizinkan ini, kami akan melakukan hal yang sama'. Karena ini konyol," lanjut Silva.
Penggawa tim nasional Portugal tersebut menambahkan bahwa dominasi duel fisik justru merusak nilai hiburan bagi para penonton. Menurutnya, Manchester City merupakan salah satu tim yang paling terakhir mengadopsi cara bermain tersebut meskipun tim-tim lain sudah mulai menerapkannya.
"Man City mungkin salah satu tim terakhir yang melakukannya karena kami melihat semua tim lain juga melakukannya," lanjut Silva.
Kekecewaan Silva memuncak pada anggapan bahwa taktik tersebut membuat pertandingan menjadi membosankan. Ia menekankan bahwa esensi dari sepak bola adalah kreativitas dan bukan sekadar adu kekuatan fisik yang menghambat alur bola.
"Sayang sekali karena ini bukan inti permainan (sepak bola). Para penggemar tidak datang untuk menonton ini. Ini cukup membosankan," pungkas Silva.
Kondisi klasemen saat ini menunjukkan Arsenal berada di puncak dengan raihan 79 poin dari 36 pertandingan, sementara Manchester City menguntit di posisi kedua dengan 77 poin. Persaingan semakin panas setelah beberapa keputusan VAR menguntungkan Arsenal, termasuk dianulirnya gol West Ham United akibat dianggap melanggar kiper David Raya.
Badan wasit Inggris, PGMOL, beserta VAR kini berada dalam sorotan publik karena dianggap kurang konsisten menangani pelanggaran serupa di kotak penalti. Ketegangan diprediksi akan terus meningkat hingga pekan terakhir kompetisi mengingat selisih gol yang sangat tipis di antara kedua kandidat juara tersebut.