Bermuda bersiap menjadi negara pertama di dunia yang mengadopsi sistem ekonomi sepenuhnya berbasis blockchain atau on-chain. Otoritas Keuangan Bermuda (BMA) mulai mengintegrasikan aset digital ke berbagai layanan publik, termasuk pembayaran pemerintah hingga transaksi masyarakat sehari-hari, seperti dilansir dari Investortrust.
Bermuda merupakan wilayah kepulauan kecil di Samudra Atlantik Utara yang berstatus sebagai teritori luar negeri Inggris (British Overseas Territory). Secara geografis, Bermuda berada sekitar 1.000 kilometer di sebelah timur pantai Amerika Serikat, dekat wilayah Carolina Utara, dan bukan termasuk kawasan Karibia. Ibu kota Bermuda adalah Hamilton dengan mata uang resmi Dolar Bermuda (BMD) yang nilainya dipatok setara dengan dolar AS. Wilayah ini dikenal sebagai pusat jasa keuangan dan asuransi global, lokasi utama perusahaan reasuransi internasional, serta yurisdiksi yang memiliki regulasi ramah terhadap aset digital dan kripto.
CEO BMA Craig Swan mengatakan, pemerintah Bermuda telah memulai edukasi penggunaan dompet kripto kepada masyarakat dengan membagikan stablecoin USDC senilai US$100 kepada warga. Dana tersebut dapat digunakan untuk transaksi di pasar lokal, dikirim ke pengguna lain, atau dikonversi kembali ke mata uang fiat melalui penyedia pembayaran seperti MoneyGram.
"Kami ingin masyarakat langsung mencoba bagaimana aset digital digunakan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Swan melansir Coindesk, Rabu (27/5/2026).
Sebagai bagian dari transformasi digital tersebut, Bermuda juga telah mengubah regulasi agar aset digital dapat diterima untuk pembayaran layanan publik. Tahap awal implementasi dimulai dari Departemen Kendaraan Bermotor (DMV) karena dinilai memiliki volume transaksi tertinggi.
"Kami mulai dari area dengan volume tinggi seperti SIM dan kendaraan, lalu akan diperluas ke seluruh layanan pemerintahan," kata Swan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan ekonomi digital Bermuda yang sebelumnya diumumkan dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos. Pemerintah Bermuda menggandeng Circle dan Coinbase untuk membangun infrastruktur ekonomi on chain nasional.
Circle menyediakan infrastruktur treasury digital melalui Circle Mint, sementara Coinbase mendukung pengembangan infrastruktur transaksi dan onboarding pengguna. Selain itu, Bermuda juga menggandeng Stellar untuk meluncurkan stablecoin resmi negara tersebut dalam bentuk dolar digital Bermuda.
Menurut Swan, penggunaan blockchain diharapkan dapat menekan biaya transaksi keuangan yang selama ini dinilai mahal akibat ketergantungan pada sistem pembayaran tradisional dan perbankan perantara.
Di sisi regulasi, Bermuda juga mulai menyesuaikan sejumlah aturan hukum agar aset digital dan kontrak pintar (smart contract) memiliki landasan hukum yang jelas, termasuk terkait kepemilikan saham dan pencatatan aset dalam bentuk digital.
Tak hanya itu, BMA juga tengah mengembangkan sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memonitor transaksi otomatis di ekosistem blockchain. Dalam uji coba terbaru, regulator berhasil menerapkan sistem kepatuhan otomatis yang mampu memblokir transaksi apabila melanggar aturan anti pencucian uang atau ketika cadangan aset turun di bawah batas tertentu.
Swan menilai ukuran negara yang kecil justru menjadi keuntungan bagi Bermuda dalam mempercepat transformasi ekonomi digital nasional.
"Yurisdiksi kecil dengan sumber daya yang memadai akan lebih mudah bergerak cepat. Negara besar membutuhkan langkah yang jauh lebih kompleks," ujarnya.