Kericuhan hebat terjadi di pusat kota Leipzig, Jerman, yang melibatkan pendukung Crystal Palace dan Rayo Vallecano. Insiden fisik ini berlangsung pada Selasa malam waktu setempat menjelang laga final UEFA Conference League 2026.
Aparat kepolisian Saxony melaporkan bahwa ketegangan bermula di sekitar area restoran dan bar. Di lokasi tersebut, sekitar 300 suporter Rayo Vallecano terlibat perselisihan sengit dengan fans Crystal Palace.
Aksi saling lempar benda tumpul tidak terhindarkan selama keributan berlangsung. Massa menggunakan botol, gelas bir, hingga furnitur milik restoran di sekitar lokasi untuk menyerang satu sama lain.
Dua petugas kepolisian dilaporkan mengalami luka ringan saat berupaya melerai dan memisahkan kedua kelompok yang bertikai. Pihak berwenang bergerak cepat dengan memeriksa identitas lebih dari 300 orang serta menahan dua orang di tempat kejadian.
"Fans Rayo Vallecano dan Crystal Palace saling menyerang secara verbal dan fisik," tulis pernyataan resmi kepolisian Leipzig dilansir dari Reuters yang dikutip dari Suara.
Situasi sempat kembali memanas dalam insiden kedua yang terjadi tidak lama setelah keributan pertama. Polisi mendeteksi pergerakan sekitar 60 pendukung Crystal Palace yang melakukan provokasi di kawasan Penguin Ice Bar.
ÔÇ£Kelompok pendukung Crystal Palace yang dikenal sering membuat keributan bergerak ke area Penguin Ice Bar dan memprovokasi suporter Spanyol yang melintas,ÔÇØ lanjut pernyataan polisi.
Pertandingan final UEFA Conference League musim ini menjadi momen krusial sekaligus bersejarah bagi kedua tim. Crystal Palace dan Rayo Vallecano baru pertama kali merasakan atmosfer pertandingan final di kompetisi level Eropa.
Laga ini sekaligus menjadi momen perpisahan bagi manajer Oliver Glasner yang akan menyudahi masa baktinya bersama Crystal Palace di akhir musim. Kemenangan di laga ini juga krusial bagi keterwakilan klub Inggris di kompetisi antarklub Eropa.
Jika Crystal Palace keluar sebagai juara, klub Inggris berpeluang menyapu bersih tiga trofi utama Eropa musim ini. Sebelumnya, Aston Villa telah mengamankan gelar juara Liga Europa, sedangkan Arsenal bersiap melawan Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
Guna mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan menjelang sepak mula pertandingan puncak, kepolisian Jerman langsung mengambil tindakan tegas. Pihak keamanan kini melipatgandakan pengawasan di area sekitar stadion utama dan titik-titik keramaian di pusat kota Leipzig.