BenQ Indonesia resmi menyasar segmen pasar pengguna Mac profesional di Tanah Air melalui peluncuran monitor MA Series di Jakarta pada Rabu (15/4/2026). Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk memenuhi kebutuhan akurasi warna spesifik bagi para desainer dan kreator konten di ekosistem Mac.
Dilansir dari Detik iNET, pertumbuhan segmen ini diproyeksikan mampu menembus angka di atas 40 persen setiap tahunnya. Penetrasi produk baru tersebut diharapkan memberikan dampak besar bagi bisnis BenQ, bahkan diperkirakan dapat melampaui kontribusi produk kategori reguler atau mainstream.
President Director BenQ Indonesia, Andryanto C Wijaya, menjelaskan bahwa strategi perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan spesifikasi teknis mentah di atas kertas. Fokus utama kini dialihkan pada solusi penggunaan harian yang dihadapi konsumen secara nyata.
"Pembeda kami dari kompetitor adalah kami sangat spesifik pada solusi. Jadi mungkin brand lain basisnya spesifikasi, sedangkan kami basisnya usage atau penggunaan," ujar Andryanto, President Director BenQ Indonesia.
Perbedaan karakteristik visual antara monitor umum dengan ekosistem Mac sering kali memicu ketidaksesuaian warna bagi pengguna profesional. Masalah teknis ini menjadi celah pasar yang ingin ditambal oleh BenQ melalui lini produk yang dirancang khusus.
"Problem pengguna Mac itu salah satunya karena warna yang dihasilkan tidak sama. Umumnya monitor biasa memang tidak didesain khusus untuk Mac," kata Andryanto, President Director BenQ Indonesia.
Data pasar menunjukkan potensi yang menjanjikan meski pengguna Mac bukan merupakan mayoritas di pasar PC nasional. Dari total sekitar 4 juta unit pasar PC di Indonesia, perangkat Mac mencatatkan porsi sekitar 6 persen dari keseluruhan populasi perangkat.
"Kalau dihitung, sekitar 200 ribu sampai 250 ribu unit per tahun itu Mac," ujar Andryanto, President Director BenQ Indonesia.
Meskipun memiliki ceruk pasar yang jelas, BenQ menghadapi tantangan besar dalam memberikan pemahaman kepada konsumen mengenai urgensi perangkat pendukung premium. Edukasi pasar menjadi prioritas utama agar pengguna memahami keunggulan monitor khusus dibandingkan monitor standar.
"Tantangan utamanya tentu edukasi market. Karena tidak semua pengguna Mac otomatis harus menggunakan monitor seperti ini. Jadi kami harus arahkan sesuai kebutuhannya," jelas Andryanto, President Director BenQ Indonesia.
Perusahaan kini menerapkan strategi pemasaran berkelanjutan untuk memantau perilaku pengguna secara mendalam demi memperkuat posisi merek di segmen tersebut. BenQ optimistis solusi yang dihadirkan dapat menutup celah kebutuhan perangkat yang selama ini belum tergarap maksimal.
"Kami berharap ini menjadi milestone baru. Karena segmen ini sebelumnya dianggap masih ada gap, maka growth-nya kami yakin bisa besar," pungkas Andryanto, President Director BenQ Indonesia.