Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status penghentian sementara atau unsuspensi perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mulai sesi I hari Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil setelah saham emiten logistik tersebut mengalami lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat, dilansir dari Investortrust.
Sebelum keputusan ini diambil, BEI membekukan perdagangan saham WBSA karena harganya melesat hingga 307,73 persen. Nilai saham emiten tersebut melonjak dari Rp 168 menjadi Rp 685 per lembar hanya dalam kurun waktu enam hari perdagangan.
"Suspensi perdagangan saham WBSA di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I pada 21 April 2026," tulis pengumuman resmi BEI, hari ini.
Perusahaan logistik yang dikendalikan oleh Edwin Wibowo dan Andree ini baru saja mencatatkan saham perdana di BEI pada 10 April 2026. Melalui penawaran umum perdana atau IPO, perseroan melepas 1,8 miliar saham yang setara dengan 20,75 persen kepemilikan.
Aksi korporasi tersebut berhasil menghimpun total dana sebesar Rp 302,40 miliar dengan harga pelaksanaan Rp 168 per saham. Berdasarkan prospektus perseroan, dana hasil IPO sebesar Rp 215 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99 persen saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistiks (BNL).
Sisa dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja operasional harian untuk memperkuat layanan logistik multimoda. WBSA yang berdiri sejak 2021 kini memiliki 9 cabang utama dan beroperasi di 5 pelabuhan internasional di Indonesia.
Manajemen juga mengumumkan rencana pembagian dividen maksimal 10 persen dari laba bersih yang akan dimulai pada tahun buku 2027. Keputusan pembagian dividen tersebut nantinya akan tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan keuangan dari perseroan.