PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi memulai proses pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp 5 triliun sejak Selasa (28/4/2026). Aksi korporasi ini direncanakan berlangsung selama 12 bulan hingga 11 Maret 2027 mendatang.
Langkah strategis tersebut dilakukan setelah emiten perbankan ini mengantongi izin dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 12 Maret 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Money, pelaksanaan buyback ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun operasional perseroan.
Presiden Direktur BBCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa keputusan perusahaan untuk melakukan buyback merupakan bentuk kepercayaan diri terhadap iklim investasi di dalam negeri. Pihak manajemen juga terus memantau pergerakan pasar secara intensif selama masa pelaksanaan aksi tersebut.
"Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini juga mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental bisnis perseroan," ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.
Hendra menegaskan bahwa seluruh proses pembelian kembali saham ini dijalankan dengan pengawasan ketat. Perseroan berkomitmen penuh untuk mengikuti regulasi yang berlaku serta menjaga standar tata kelola yang tinggi.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham. BCA akan tetap berfokus pada fundamental bisnis dan melangkah secara prudent sepanjang tahun 2026," tambah Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.
Pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026), harga saham BBCA tercatat berada pada posisi Rp 5.975 per lembar atau mengalami koreksi sebesar 0,42 persen. Meski sempat menguat ke angka Rp 6.025, harga saham gagal bertahan dan berbalik ke zona merah di akhir sesi.
Struktur kepemilikan saham BBCA saat ini masih didominasi oleh PT Dwimuria Investama Andalan sebagai pengendali utama. Data per 13 April 2026 menunjukkan perusahaan tersebut menguasai 54,94 persen atau setara 67,73 miliar lembar saham.
| Nama Pemegang Saham | Jumlah Saham (Miliar) | Persentase (%) |
|---|---|---|
| PT Dwimuria Investama Andalan | 67,73 | 54,94 |
| Anthoni Salim | 1,42 | 1,15 |
| PT Tricipta Mandhala Gumilang | 1,31 | 1,07 |
| PT Caturguwiratna Sumapala | 1,26 | 1,02 |
Manajemen BCA menekankan bahwa prioritas utama perusahaan sepanjang tahun ini adalah mempertahankan kinerja fundamental yang sehat. Fokus operasional juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah, termasuk persiapan skema operasional menjelang hari besar keagamaan di tahun 2026.