PS Barito Putera dipastikan gagal mengamankan tiket promosi ke Super League musim kompetisi 2025/2026 setelah kalah perolehan poin dari pesaing di klasemen akhir, Minggu malam (3/5). Meski meraih kemenangan telak 8-3 atas Persipal FC di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, hasil tersebut tidak cukup untuk mengangkat posisi tim.
Dilansir dari Suara, kegagalan Laskar Antasari terjadi setelah PSS Sleman mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3-0, yang sekaligus mengunci slot promosi. Di saat bersamaan, Persipura Jayapura menang 2-0 atas Persiku Kudus untuk melaju ke babak playoff melawan Adhyaksa FC demi memperebutkan satu tiket tambahan.
Pelatih Barito Putera, Stefano ÔÇ£TecoÔÇØ Cugurra, menyerukan evaluasi total kepada manajemen guna membenahi kedalaman skuad untuk musim depan. Ia menyoroti hilangnya poin pada laga-laga krusial sebagai penyebab utama kegagalan tim memenuhi target promosi tahun ini.
"Kegagalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen tim, mulai dari manajemen, pelatih, hingga pemain, mengingat sepak bola merupakan kerja kolektif yang tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja," ujar Teco, Pelatih Barito Putera.
Evaluasi ini juga didasari pada fluktuasi performa tim yang sempat mencatatkan lima kemenangan beruntun di awal musim namun gagal menjaga konsistensi. Teco menilai pengalaman musim ini harus menjadi pelajaran penting bagi kesiapan tim dalam menghadapi format liga yang panjang.
Di sisi lain, pemain Barito Putera, Erwin Gerard, mengungkapkan kekecewaannya karena hasil maksimal pada laga terakhir di Banjarmasin tetap tidak mampu membawa tim naik kasta. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh pemain tetap mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh suporter dan manajemen.
"Kegagalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen tim, mulai dari manajemen, pelatih, hingga pemain, mengingat sepak bola merupakan kerja kolektif yang tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja," ujar Teco, Pelatih PS Barito Putera.
Meski tidak mencapai target, Teco mengapresiasi perkembangan beberapa pemain muda seperti Geraldo, Adit, dan Frank yang mulai mendapatkan posisi inti. Kehadiran para pemain muda ini dipandang sebagai bagian dari keberhasilan pembinaan jangka panjang klub untuk kompetisi mendatang.