Barcelona berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 saat menjamu Real Oviedo dalam lanjutan laga La Liga di Spotify Camp Nou, Senin (26/1/2026) dini hari WIB. Dilansir dari Investortrust, meski mendominasi skor akhir, tuan rumah sempat mengalami kesulitan menembus pertahanan disiplin tim tamu sepanjang babak pertama.
Klub asal Catalan tersebut baru mampu memecah kebuntuan dan menunjukkan kualitas aslinya setelah memasuki babak kedua. Real Oviedo yang sedang berupaya menjauh dari zona degradasi sempat memberikan perlawanan sengit dengan menerapkan tekanan tinggi yang meredam kreativitas lini tengah Blaugrana sebelum jeda pertandingan.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengungkapkan bahwa kondisi fisik para pemainnya terpengaruh oleh intensitas kompetisi yang sangat tinggi musim ini. Ia menyoroti minimnya waktu pemulihan yang dimiliki skuadnya sebelum menghadapi laga tersebut.
"Jadwal kami sangat padat, banyak pertandingan dan perjalanan. Itu bukan alasan, tapi memang kami butuh waktu lebih lama untuk mencapai level terbaik. Di babak kedua kami melakukannya," ujar Hansi Flick.
Hansi Flick menjelaskan bahwa perubahan strategi pada paruh kedua menjadi kunci keberhasilan timnya mengamankan tiga poin. Gol cepat di awal babak kedua dinilai sangat membantu mentalitas bertanding anak asuhnya yang kelelahan.
"Di babak pertama Oviedo menekan sangat tinggi dan kami tidak bermain di level terbaik. Setelah jeda, kami jauh lebih baik, mencetak gol cepat, dan itu sangat membantu. Kami hampir tidak punya hari istirahat, tapi kami sadar ini bagian dari pekerjaan. Tim selalu berusaha memberikan yang terbaik," tambah Hansi Flick.
Dalam pertandingan ini, Joao Cancelo mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak bergabung kembali. Sang pelatih memberikan evaluasi terhadap performa pemain berkebangsaan Portugal tersebut di lapangan.
"Dia baru datang, tapi kualitasnya terlihat jelas di latihan. Dalam beberapa situasi pertandingan, dia bermain sangat baik. Namun, dia masih harus menyesuaikan diri dengan filosofi kami," kata Hansi Flick.
Keputusan menurunkan Cancelo juga didasari oleh kebutuhan untuk melakukan rotasi pada posisi bek sayap. Hansi Flick menilai peran Cancelo memberikan dimensi serangan yang berbeda dibandingkan bek murni konvensional.
"Kami juga ingin memberi Alejandro Balde waktu istirahat dan mengatur menit bermainnya. Cancelo mungkin lebih ofensif dibanding full-back murni. Dia masih punya ruang untuk berkembang, tapi ini langkah awal yang bagus dan dia tampil sangat baik," lanjut Hansi Flick.
Selain itu, performa individu Eric Garcia dan Dani Olmo turut mendapatkan apresiasi khusus dari juru taktik asal Jerman tersebut. Flick merasa puas dengan fleksibilitas posisi yang ditunjukkan Garcia serta kontribusi konkret Olmo di lini serang.
"Eric bisa bermain di sisi kanan maupun tengah pertahanan. Dia berkembang sebagai pemimpin dan sepertinya menikmati peran itu. Dia tumbuh di klub ini dan bagi saya sangat positif dia bisa tampil solid di berbagai posisi," katanya.
Di sisi lain, Dani Olmo dianggap telah mencapai standar performa yang diinginkan oleh staf kepelatihan. Sang gelandang dinilai sukses menjadi motor serangan sekaligus pemecah kebuntuan melalui gol dan umpan matangnya.
"Olmo meningkat pesat dalam dua pertandingan terakhir. Dia mencetak gol, memberi assist, mengontrol permainan. Inilah yang saya harapkan darinya," tutup Hansi Flick.